Pertanyaan: Apa yang harus kita lakukan apabila terus ragu dan lupa tentang jumlah dzikir? Pertanyaan dari kec. Nglegok, kab. Blitar.
📋 JAWABAN:
Pada dasarnya, kita menggunakan ‘angka bawah’ atau menganggap ‘belum melaksanakan’ apabila ragu. Apabila kita ragu sudah berzikir 33 kali atau masih 30 kali, kita anggap masih 30 kali. Jika kita ragu sudah berwudu atau belum, maka kita anggap belum berwudu.
Adapun apabila keraguan ini berlebihan, maka ini termasuk was-was dari setan dan obatnya adalah mengabaikan keraguan tersebut.
Cara mengabaikan keraguan tersebut adalah dengan berpegang pada ‘dugaan yang lebih banyak’. Misalnya:
– Jika ragu sudah berzikir 33 kali atau masih 30 kali, maka dianggap sudah 33 kali
– Jika ragu membasuh anggota wudu dengan sempurna atau belum, maka dianggap sudah membasuh dengan sempurna
– Jika ragu sudah berwudu atau belum, maka dianggap sudah berwudu.
Rasulullah ﷺ mengajarkan untuk mengabaikan was-was dari setan:
يَأْتِي الشَّيْطَانُ أَحَدَكُمْ فَيَقُولُ: مَنْ خَلَقَ كَذَا، مَنْ خَلَقَ كَذَا، حَتَّى يَقُولَ: مَنْ خَلَقَ رَبَّكَ؟ فَإِذَا بَلَغَهُ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ وَلْيَنْتَهِ
“Setan datang kepada salah seorang di antara kalian dan berkata: ‘Siapa yang menciptakan ini?’, ‘Siapa yang menciptakan itu?’, hingga dia berkata: ‘Siapa yang menciptakan Tuhanmu?’. Apabila setan sudah sampai situ, hendaklah salah seorang di antara kalian mohon perlindungan kepada Allah dan berhenti” (HSR Bukhari dan Muslim).
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
📚 Referensi:
– Al Fatâwâ al Kubrâ al Fiqhiyyah karya Imam Ibnu Hajar al Haitami I/149.
Share agar kamu dapat pahala jariyah
[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA, R151246110645].
