Home FikihIbadah Kapan Waktu Terbaik Menyembelih Kurban?

Kapan Waktu Terbaik Menyembelih Kurban?

by Ustadz Ivana

Pertanyaan: Kapan waktu terbaik untuk menyembelih hewan kurban? Jika Idul Adha bertepatan dengan hari Jumat, apakah sebaiknya kurban disembelih di hari berikutnya? Pertanyaan dari kec. Ponggok, kab. Blitar.

📋 A. AWAL DAN AKHIR WAKTU MENYEMBELIH KURBAN

Waktu menyembelih kurban membentang antara tanggal 10 Zulhijjah (hari Idul Adha) setelah salat dan khutbah Idul Adha sampai akhir hari Tasyriq, yaitu petang tanggal 13 Zulhijah sebelum magrib).

Seluruh ulama sepakat bahwa hewan kurban yang disembelih sebelum salat Id itu tidak sah. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ ذَبَحَ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَلْيَذْبَحْ مَكَانَهَا أُخْرَى

“Barangsiapa menyembelih sebelum salat maka hendaklah dia menyembelih kurban lain sebagai gantinya” (HSR Bukhari dan Muslim).

Mayoritas ulama mengatakan bahwa hewan kurban boleh disembelih pada malam hari, tetapi makruh.

Imam Malik juga menyatakan makruh jika hewan kurban disembelih setelah matahari tergelincir di hari pertama, kedua, maupun ketiga (10, 11, dan 12 Zulhijah). Beliau tidak mengatakan makruh untuk waktu setelah tergelincir di hari keempat (13 Zulhijah).

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📋 B. WAKTU TERBAIK UNTUK MENYEMBELIH KURBAN

Seluruh ulama sepakat bahwa waktu terbaik untuk menyembelih hewan kurban adalah hari pertama yaitu hari Idul Adha, setelah orang-orang selesai melaksanakan salat Id.

Dahulu yang pertama kali dimakan oleh Rasulullah ﷺ setelah salat Idul Adha adalah daging kurban. Ini menunjukkan bahwa ada anjuran untuk menyegerakan menyembelih hewan kurban setelah salat dan khutbah Idul Adha.

Buraidah bin Hushaib radhiyallahu ‘anhu menceritakan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ لا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ، وَلا يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ، فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ

“Dahulu Rasulullah ﷺ tidak berangkat di hari Idul Fitri sebelum makan; dan beliau tidak makan pada hari raya Idul Adha sebelum pulang, beliau makan dari kurban beliau” (HHR Ahmad).

Hal ini menunjukkan kita perlu berusaha untuk tetap menyembelih kurban di waktu terbaik meskipun hari raya Idul Adha jatuh pada hari Jumat. Upaya kita agar bisa menyembelih hewan kurban di waktu terbaik juga akan mendapatkan pahala dari Allah, sesuai dengan Kaidah Fikih:

الْوَسَائِلُ لَهَا أَحْكَامُ الْمَقَاصِدِ

“Sarana memiliki hukum (seperti) tujuan”.

Tetapi jika memilih untuk menyembelih di hari-hari Tasyriq (11-13 Zulhijah), itu juga dibolehkan, terutama jika memang sulit untuk melaksanakannya di hari Jumat. Kapanpun waktu penyembelihan yang ditetapkan oleh panitia setelah musyawarah, maka semuanya harus kompak dan tidak boleh ada perselisihan.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📚 Referensi:

Al Mufassal fî Aḥkâm al Udhḥiyyah karya Prof. Dr. Husamuddin ‘Afanah hal. 116-134

Risâlah Lathîfah Jâmi’ah karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa’di hal. 52.

Share agar kamu dapat pahala jariyah

[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA, J031246300525].

Related Articles

Leave a Comment