Home Akidah 5 Golongan yang Otomatis Lolos dari Ujian Kubur

5 Golongan yang Otomatis Lolos dari Ujian Kubur

by Ustadz Ivana

Meskipun secara umum manusia mendapatkan ujian di alam kubur, ada lima golongan yang mendapatkan bonus dari Allah berupa lolos otomatis dari ujian di alam kubur.

๐Ÿ“‹ A. NABI

Para nabi tidak diuji dikubur mereka karena orang yang mati syahid tidak diuji di alam kubur, dan kita tahu bahwa nabi lebih baik daripada syahid.

Alasan yang lainnya adalah para nabi bukan ditanya di alam kubur, tetapi ditanya tentang mereka. Ketika orang biasa meninggal, mereka yang ditanya โ€˜siapa tuhanmu?โ€™, โ€˜apa agamamu?โ€™, โ€˜siapa nabimu?โ€™.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ B. SHIDDIQIN

Para shidiqin orang-orang yang sempurna iman dan amalnya untuk ukuran orang yang bukan nabi. Para shiddiqin ini juga lebih baik daripada syuhada, maka mereka juga tidak ditanya di alam kubur mereka. Allah berfirman:

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุทูุนู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽุงู„ุฑูŽู‘ุณููˆู„ูŽ ููŽุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ูŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ุตูู‘ุฏูู‘ูŠู‚ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ุดูู‘ู‡ูŽุฏูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ุตูŽู‘ุงู„ูุญููŠู†ูŽ ูˆูŽุญูŽุณูู†ูŽ ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ุฑูŽูููŠู‚ู‹ุง

โ€œDan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah yaitu: Nabi-nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid (syuhada), dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknyaโ€ (Surat an Nisa`: 69).

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ C. SYUHADA

Orang-orang yang mati terbunuh di jalan Allah tidak diuji di alam kubur mereka. Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ูƒูŽููŽู‰ ุจูุจูŽุงุฑูู‚ูŽุฉู ุงู„ุณูู‘ูŠููˆูู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุฃู’ุณูู‡ู ููุชู’ู†ูŽุฉู‹

โ€œCukuplah kilatan pedang di atas kepalanya sebagai ujianโ€ (HSR Nasai).

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ D. MURABITH

Orang-orang yang meninggal dalam kondisi ribath, berjaga di perbatasan wilayah kaum muslim dengan orang-orang kafir, mereka dibebaskan dari ujian kubur, sebagaimana sabda Rasulullah ๏ทบ:

ุฑูุจูŽุงุทู ูŠูŽูˆู’ู…ู ูˆูŽู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู…ูู†ู’ ุตููŠูŽุงู…ู ุดูŽู‡ู’ุฑู ูˆูŽู‚ููŠูŽุงู…ูู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ู…ูŽุงุชูŽ ุฌูŽุฑูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุนูŽู…ูŽู„ูู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ูู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูุฌู’ุฑููŠูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฑูุฒู’ู‚ูู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ููŽุชูŽู‘ุงู†ูŽ

โ€œRibath sehari semalam itu lebih baik daripada puasa dan salat malam selama sebulan. Jika dia mati (ketika ribath) maka amalnya terus mengalir untuknya sebagaimana yang biasa dia amalkan, terus dialirkan untuknya rezekinya, dan dia dijaga dari penguji (di alam kubur)โ€ (HSR Nasai).

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ E. ANAK KECIL DAN ORANG GILA

Sebagian ulama mengatakan bahwa orang orang gila atau anak kecil yang meninggal tidak diuji di alam kubur mereka, karena mereka bukan mukallaf (orang yang bisa menerima kewajiban agama).

Sebagian ulama yang lain mengatakan bahwa mereka tetap diuji di alam kubur mereka sebagaimana umumnya manusia.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“š Referensi:

Syarแธฅ al โ€˜Aqรฎdah al Wรขsithiyyah karya Syaikh Utsaimin II/110-112.

Share agar kamu dapat pahala jariyah

[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA,ย J191046180425].

Related Articles

Leave a Comment