Pertanyaan: Jika ada orang yang makan karena mengira masih di waktu sahur -padahal sudah subuh, apakah puasanya tetap sah?
๐ JAWABAN:
Syaikh Utsaimin mengatakan:
ุงููู ููุทูุฑุงุช ููุง ุชููุทูุฑู ุงูุตูุงุฆูู ู ุฅูููุง ุจูุซูููุงุซุฉู ุดูุฑูููุทู: ุฃููู ูููููููู ุนูุงููู ูุง ููุฃููู ูููููููู ุฐูุงููุฑูุง ููุฃููู ูููููููู ู ูุฑูููุฏูุง
โPembatal-pembatal puasa itu tidak membatalkan orang yang berpuasa kecuali dengan tiga syarat: Dia tahu, dia ingat, dan dia inginโ.
Syarat Pertama: Mengetahui
Orang yang makan minum karena mengira sudah waktunya berbuka padahal belum, atau mengira masih di waktu sahur padahal sudah masuh subuh, puasanya tidak batal. Begitu juga orang yang melakukan pembatal puasa tanpa dia ketahui itu membatalkan puasa, maka puasanya tidak batal.
Asma` binti Abu Bakar menceritakan:
ุฃูููุทูุฑูููุง ุนูููู ุนูููุฏู ุงููููุจูููู ๏ทบ ููููู ู ุบูููู ู ุซูู ูู ุทูููุนูุชู ุงูุดููู ูุณู
โKami pernah berbuka di masa Rasulullah ๏ทบ pada hari yang mendung, kemudian matahari terbitโ (HSR Bukhari). Dan
Asma` tidak menceritakan bahwa Rasulullah ๏ทบ memerintahkan qadha puasa, berarti puasa mereka saat itu sah.
Syarat Kedua: Ingat
Orang yang makan dan minum karena lupa sedang berpuasa, puasanya tidak batal. Rasulullah ๏ทบ bersabda:
ู ููู ููุณููู ูููููู ุตูุงุฆูู ู ููุฃููููู ุฃููู ุดูุฑูุจู ููููููุชูู ูู ุตูููู ููู ููุฅููููู ูุง ุฃูุทูุนูู ููู ุงูููู ููุณูููุงูู
โBarangsiapa lupa ketika berpuasa lalu dia makan dan minum, maka hendaklah menyempurnakan puasanya. Karena sesungguhnya Allah memberinya makan dan minumโ (HSR Bukhari dan Muslim).
Syarat Ketiga: Ingin
Allah berfirman:
ู ููู ููููุฑู ุจูุงูููููู ู ููู ุจูุนูุฏู ุฅููู ูุงูููู ุฅููููุง ู ููู ุฃูููุฑููู ููููููุจููู ู ูุทูู ูุฆูููู ุจูุงููุฅููู ูุงูู
โBarangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa)โ (Surat an Nahl: 106).
Orang yang mengucapkan kalimat kufur karena dipaksa, imannya tetap sah. Maka, orang dipaksa membatalkan puasa lebih patut untuk dikatakan puasanya tetap sah.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ Referensi:
– Majmรปโ Fatรขwรข wa Rasรขil asy Syaykh Muแธฅammad bin Shรขliแธฅ al โUtsaymin (Kumpulan Fatwa dan Risalah Syaikh Utsaimin) XXI/194-195
– Syarแธฅ al Arbaโรฎn an Nawawiyyah karya Syaikh Utsaimin, penjelasan hadits ke-2.
Share agar kamu dapat pahala jariyah
[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA,ย K210846200225].
