Home SejarahTokoh Mengapa Hanya Ajaran Nabi Ibrahim yang Disebut Sebagai Hanifiyyah?

Mengapa Hanya Ajaran Nabi Ibrahim yang Disebut Sebagai Hanifiyyah?

by Ustadz Ivana

Tulisan ini membahas makna Hanifiyyah dan mengapa hanya ajaran Nabi Ibrahim yang disebut sebagai Hanifiyyah, padahal sebetulnya ajaran semua nabi juga Hanifiyyah.

๐Ÿ“‹ A. AJARAN SEMUA NABI DAN RASUL ADALAH HANIFIYYAH

แธคanรฎfiyyah (ุงู„ู’ุญูŽู†ููŠู’ูููŠูŽู‘ุฉู) adalah beribadah kepada Allah dengan ikhlas kepadaNya, dan orang yang melaksanakannya disebut sebagai แธคanรฎf (ุงู„ู’ุญูŽู†ููŠู’ูู).

Hanifiyyah adalah ajaran (agama) semua nabi dan rasul, Allah berfirman:

ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุจูŽุนูŽุซู’ู†ูŽุง ูููŠ ูƒูู„ูู‘ ุฃูู…ูŽู‘ุฉู ุฑูŽุณููˆู„ู‹ุง ุฃูŽู†ู ุงุนู’ุจูุฏููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽุงุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆุง ุงู„ุทูŽู‘ุงุบููˆุชูŽ

โ€œDan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): โ€˜Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut ituโ€™โ€ (Surat an Nahl: 36).

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ B. HANYA AJARAN NABI IBRAHIM YANG POPULER DISEBUT HANIFIYYAH

Meskipun Hanifiyyah adalah ajaran semua nabi dan rasul, hanya ajaran Nabi Ibrahim yang biasa disebut sebagai Hanifiyyah dalam Quran di beberapa ayat. Misalnya adalah dalam Surat an Nahl:

ุซูู…ูŽู‘ ุฃูŽูˆู’ุญูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุฃูŽู†ู ุงุชูŽู‘ุจูุนู’ ู…ูู„ูŽู‘ุฉูŽ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ุญูŽู†ููŠูู‹ุง ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู†ูŽ

โ€œKemudian Kami wahyukan kepadamu (Nabi Muhammad ๏ทบ): โ€˜Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanifโ€™ dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhanโ€ (Surat an Nahl: 123).

Hikmah pengkhususan Hanifiyyah untuk ajaran Nabi Ibrahim adalah:

1. Karena orang-orang yang yang menjadi masyarakatnya Nabi Muhammad ๏ทบ mengenal Nabi Ibrahim, merasa sebagai keturunan beliau, dan mengaku mengikuti beliau. Jika mereka sungguh mengikuti Nabi Ibrahim, seharusnya mereka ikut menjadi hanif seperti beliau

2. Karena Allah telah menjadikan Nabi Ibrahim sebagai pemimpin bagi nabi-nabi setelah beliau. Sebelum Nabi Ibrahim tidak ada nabi yang dijadikan Allah sebagai pemimpin bagi nabi-nabi setelahnya.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“š Referensi:

Syarแธฅ al Qawรขโ€™id al Arbaโ€™ karya Syaikh Shalih al โ€˜Ushaimi hal. 11

– islamweb.net/ar/library/content/416/539.

Share agar kamu dapat pahala jariyah

[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA,ย R290746290125].

Related Articles

Leave a Comment