Jika surga yang ditempati oleh Nabi Adam dan Hawa adalah surga akhirat yang merupakan tempat bersenang-senang aja, kenapa ada suatu aturan yaitu larangan makan buah terlarang?
๐ A. BUAH TERLARANG DI SURGA
Mayoritas ulama mengatakan bahwa surga yang dulu ditempati oleh Nabi Adam dan Hawa sama dengan surga akhirat.
Di surga saat itu, Nabi Adam dan Hawa boleh makan apapun yang ada di dalam surga selain satu buah / pohon. Allah berfirman:
ููููููููุง ููุง ุขุฏูู ู ุงุณููููู ุฃูููุชู ููุฒูููุฌููู ุงููุฌููููุฉู ููููููุง ู ูููููุง ุฑูุบูุฏูุง ุญูููุซู ุดูุฆูุชูู ูุง ููููุง ุชูููุฑูุจูุง ููุฐููู ุงูุดููุฌูุฑูุฉู ููุชููููููุง ู ููู ุงูุธููุงููู ูููู
โDan Kami berfirman: โHai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalimโโ (Surat al Baqarah: 35).
Di antara pendapat tentang jenis buah / pohon tersebut adalah: Anggur, gandum, kurma, dan tin. Imam Thabari mengatakan: โKita tidak mengetahui pohon/buah apa secara spesifik, karena Allah tidak menurunkan dalil kepada para hambaNya tentang hal ini dalam Quran maupun Sunnah Shahihahโ.
Al Hafizh Ibnu Katsir mengatakan: โSeandainya dalam penyebutan (jenis pohon)nya terdapat kebaikan bagi kita, pasti Allah sebutkan ia kepada kitaโ.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ B. MENGAPA ADA BUAH TERLARANG DI SURGA -DI MASA NABI ADAM?
Secara umum, surga adalah tempat bersenang-senang dan bukan tempat ujian. Tetapi khusus di masa Nabi Adam dan Hawa dahulu pernah ada satu ujian, yaitu larangan makan buah terlarang.
Larangan memakan buah terlarang di surga di masa Nabi Adam dan Hawa, kata Dr. Shalah al Khalidi: โAdalah sebagai persiapan (latihan) sebelum keduanya diturunkan di bumi dan diperintahkan menjalankan hukum-hukum Allah (di bumi)โ. Nabi Adam dan Hawa (dan keturunan mereka) juga perlu belajar tentang akibat melanggar aturan Allah, dan bagaimana bersikap jika terlanjur melanggar.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ Referensi:
– Al Bidรขyah wa an Nihรขyah karya al Hafizh Ibnu Katsir I/175
– Al Qashash al Qur`รขniyy โArdh Waqรขiโ wa Taแธฅlรฎl Aแธฅdรขts karya Dr. Shalah Abdul Fattah al Khalidi hal. 126
– Jรขmiโ al Bayรขn li Ta`wรฎl al Qur`รขn karya Imam Thabari -cet. Maktabah Ibn Taymiyyah- I/516-521.
Share agar kamu dapat pahala jariyah
[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA,ย Sl210746210125].
