Home Akidah Kematian di Neraka

Kematian di Neraka

by Ustadz Ivana

Ternyata di neraka ada kematian yang bisa menghindarkan seseorang dari sakitnya siksa.

📋 A. KEMATIAN MUKMIN DI NERAKA

Imam Ibnu Rajab al Hanbali berkata: “Begitupun ada perbedaan azab untuk muwahhid (mukmin) di neraka sesuai dengan perilaku mereka. Hukuman untuk pelaku dosa besar berbeda dengan pelaku dosa kecil, dan terkadang siksaan sebagian mereka diringankan dengan amal baiknya atau sebab lain yang dikehendaki Allah. Oleh sebab itu, sebagian mereka mati di neraka (sebelum masuk surga)”.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مِنْهُمْ مَنْ تَأْخُذُهُ النَّارُ إِلَى كَعْبَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ تَأْخُذُهُ النَّارُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ تَأْخُذُهُ النَّارُ إِلَى حُجْزَتِهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ تَأْخُذُهُ النَّارُ إِلَى تَرْقُوَتِهِ

“Di antara mereka ada yang dibakar neraka hingga kedua mata kakinya, ada yang yang dibakar api hingga kedua lututnya, ada yang yang dibakar api hingga pinggangnya, dan ada yang dibakar hingga tulang selangkanya (di bawah leher)” (HSR Muslim).

Imam Nawawi menerangkan bahwa (di antara) mukmin yang masuk neraka ini ada yang sempat disiksa di neraka, lalu dimatikan oleh Allah agar tidak lagi merasa sakit di neraka. Kemudian -jika masa hukumannya sudah habis- maka Allah mengeluarkannya dari neraka dan menghidupkannya lagi, lalu memasukkannya ke dalam surga. Rasulullah ﷺ bersabda:

وَلَكِنْ نَاسٌ أَصَابَتْهُمُ النَّارُ بِذُنُوبِهِمْ فَأَمَاتَهُمْ إِمَاتَةً حَتَّى إِذَا كَانُوا فَحْمًا، أُذِنَ بِالشَّفَاعَةِ

“Tetapi ada orang-orang yang dibakar neraka karena dosa-dosa mereka, lalu Allah matikan mereka hingga ketika mereka hangus terbakar maka diizinkan pemberian syafaat” (HSR Muslim).

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📋 B. ORANG KAFIR TIDAK BISA MATI DI NERAKA

Orang-orang kafir kekal di neraka. Allah menceritakan dialog mereka kelak dengan Malaikat Malik sang penjaga neraka:

وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ قَالَ إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ

“Mereka berseru: ‘Hai Malik biarlah Tuhanmu membunuh kami saja’. Dia menjawab: ‘Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)’” (Surat az Zukhruf: 77).

Adapun untuk firman Allah:

ثُمَّ لا يَمُوتُ فِيهَا وَلا يَحْيَا

“Kemudian dia tidak akan mati di dalamnya dan tidak hidup” (Surat al A’la: 13), Imam Thabari menerangkan bahwa maksudnya adalah: “Karena nyawanya tertahan di kerongkongan dan tidak bisa keluar untuk mati serta tidak bisa kembali ke badannya untuk hidup. Ada pula yang mengatakan: Tidak mati untuk beristirahat (dari azab), juga tidak memiliki kehidupan yang bermanfaat untuknya”.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📚 Referensi:

Al Minhâj Syarḥ Shaḥîḥ Muslim Ibn al Ḥajjâj karya Imam Nawawi III/47

At Takhwîf min an Nâr karya Imam Ibnu Rajab al Hanbali

Jâmi’ al Bayân li Ta`wîl Âyy al Qur`ân karya Imam Thabari XXVI/318.

Share agar kamu dapat pahala jariyah

[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA, Sb210546231124].

Related Articles

Leave a Comment