Di masa Rasulullah ๏ทบ, ada orang-orang yang mengenal kebenaran Islam tetapi memilih merintangi perjuangannya karena dengki, kecewa bukan dirinya atau anggota keluarga besarnya yang akan menjadi pahlawan utama. Di antara mereka adalah Abu Amir al Fasiq, Umayyah bin Abish Shalt, dan Abu Jahl.
๐ A. Abu Amir al Fasiq (ุฃูุจููู ุนูุงู ูุฑู ุงููููุงุณููู)
Nama aslinya adalah Abu Amir Amr bin Shaifi al Ausi dari Yatsrib, dan di masa Jahiliyah dia dipanggil sebagai Rahib (ahli ibadah); kemudian Rasulullah ๏ทบ menyebutnya Abu Amir al Fasiq. Di masa Jahiliyah dia termasuk penganut Hanifiyah (tauhid yang diajarkan Nabi Ibrahim) dan mengimani adanya kebangkitan setelah mati.
Ketika Rasulullah hijrah ke Yatsrib (Madinah), Abu Amir dan Abdullah bin Ubay bin Salul menjadi kesal dan dengki karena beliau ๏ทบ yang akhirnya paling ditokohkan di Yatsrib.
Abdullah bin Ubay berpura-pura masuk Islam untuk menggembosi kaum muslimin dari dalam, dan mati dalam keadaan munafik. Sementara itu Abu Amir memilih untuk terang-terangan kafir dan bergabung orang-orang musyrik di Makkah, bahkan sempat terlibat dalam perang Uhud (3 H) di pihak musyrik. Setelah Makkah ditaklukkan kaum muslimin di tahun 8 H, dia kabur ke wilayah Romawi dan mati di sana tahun 9 atau 10 H.
Abu Amir ini memiliki anak bernama Hanzhalah radhiyallahu โanhu yang masuk Islam dan syahid di perang Uhud dalam keadaan junub, dan jenazahnya dimandikan oleh para malaikat. Adapun Abdullah bin Ubay memiliki anak yang masuk Islam bernama Abdullah bin Abdullah bin Ubay bin Salul, yang syahid di pertempuran Yamamah melawan nabi palsu bernama Musalimah al Kadzdzab dan pengikutnya.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ B. Umayyah bin Abish Shalt (ุฃูู ููููุฉู ุจููู ุฃูุจูู ุงูุตููููุชู)
Di masa Jahiliyah, Umayyah termasuk sedikit dari bangsa Arab yang mentauhidkan Allah. Dia yang juga dikenal sebagai penyair ini dulunya pernah berkata kepada Abu Sufyan radhiyallahu โanhu:
ููุงูููู ููุง ุฃูุจูุง ุณูููููุงููุ ููููุจูุนูุซูููู ุซูู ูู ููููุญูุงุณูุจููููุ ููููููุฏูุฎูููููู ููุฑููููู ุงููุฌููููุฉู ููููุฑููููู ุงููููุงุฑู
โDemi Allah wahai Abu Sufyan, kita benar-benar akan dibangkitkan lalu dihisab, dan sebagian kita benar-benar akan masuk surga dan sebagian lainnya masuk nerakaโ.
Umayyah juga termasuk segelintir orang Arab yang membaca kitab-kitab terdahulu. Dari kitab-kitab itu dia meyakini bahwa Allah akan mengutus seorang rasul, dan berharap dialah utusan tersebut.
Ketika ternyata yang menjadi rasul adalah Muhammad ๏ทบ, dia kecewa dan dengki karena bukan dia yang akan jadi tokoh utamanya. Bukan hanya memilih kekufuran hingga akhir hayat, bahkan dia juga mengucapkan kalimat duka cita mendalam terhadap pasukan musyrik yang terbunuh di Perang Badar (2 H).
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ C. ABU JAHAL (ุฃูุจููู ุฌููููู)
Miswar bin Makhramah radhiyallahu โanhu bertanya kepada Abu Jahal yang merupakan pamannya: โWahai paman, apakah kalian menuduh (kejujuran) Muhammad sebelum dia mengatakan apa yang dia katakan (dakwah Islam)?โ.
Abu Jahal menjawab: โWahai keponakanku, demi Allah sungguh Muhammad di tengah kami adalah orang yang jujur, di masa mudanya dia dipanggil al Amรฎn (orang terpercaya). Kami sama sekali tidak pernah mendapatinya berbohongโ. Miswar bertanya lagi: โWahai paman, kalau begitu kenapa kalian tidak mengikutinya?โ.
Abu Jahal menjawab: โWahai keponakanku, kami (Bani Makhzum) dan Bani Hasyim (keluarga Nabi ๏ทบ) itu saling berlomba meraih kemuliaan. Mereka memberi makan dan kami juga memberi makan, mereka memberi minum dan kami juga memberi minum, mereka memberi perlindungan dan kami juga memberi perlindungan. Bahkan ketika menunggangi kuda kami bagaikan dua kuda taruhan (peribahasa untuk setara atau seri). Mereka telah berkata: โDi antara kami ada nabiโ, kapan kami bisa menyamai hal seperti ini?โ.
Abu Jahal memiliki anak yang masuk Islam bernama Ikrimah yang masuk Islam setelah penaklukan Islam dan syahid dalam salah satu pertempuran.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
Kisah Abu Amir al Fasiq, Umayyah bin Abish Shalt, dan Abu Jahal ini menjadi pelajaran bagi kita untuk menjaga hati dari rasa iri dengki atau hasad; khususnya dalam bidang perjuangan Islam. Jangan sampai kita dengki dan menghancurkan proyek perjuangan hanya karen bukan kita tokoh utamanya. Jangan juga merasa gembira atas keberhasilan orang kafir membunuh pemimpin perjuangan Islam hanya karena berbeda afiliasi atau berbeda fikrah.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ Referensi:
– Al Bidรขyah wa an Nihรขyah karya al Hafizh Ibnu Katsir III/275
– Al Ishรขbah fรฎ Tamyรฎz ash Shaแธฅรขbah karya al Hafizh Ibnu Hajar al Asqalani II/645-646
– Hidรขyah al แธคayรขrรข fรฎ Ajwibah al Yahรปd wa an Nashรขrรข karya Imam Ibnul Qayyim al Jauziyyah hal. 41
– Jamโ al Wasรขil fi Syarแธฅ asy Syamรขil karya Mulla Ali al Qari II/44
– Tafsรฎr al Qur`รขn al โAzhรฎm karya al Hafizh Ibnu Katsir -cet. Dar Ibn al Jawzi- VI/118
– Usd al Ghรขbah fi Maโrifah ash Shaแธฅรขbah karya Imam Ibnul Atsir al Jazari hal. 307-308, 695, 862-863
Share agar kamu dapat pahala jariyah
[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA, A170446201024].
