Makan buah sebelum makanan berat adalah hal yang telah diisyaratkan dalam Quran dan diakui oleh medis.
๐ A. AYAT QURAN
Allah ๏ทป berfirman:
ููููุงููููุฉู ู ูู ููุง ููุชูุฎููููุฑูููู (20) ููููุญูู ู ุทูููุฑู ู ูู ููุง ููุดูุชูููููู (21)
โDan buah-buahan dari apa yang mereka pilih (20) dan daging burung dari apa yang mereka inginkan (21)โ (Surat al Waqiโah 20-21) dan:
ููุฃูู ูุฏูุฏูููุงููู ู ุจูููุงููููุฉู ููููุญูู ู ู ูู ููุง ููุดูุชูููููู
โDan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka inginiโ (Surat ath Thur: 22).
Penggunaan redaksi โdanโ tidak mesti menunjukkan urutan, tetapi di ayat ini penggunaan โdanโ mengisyaratkan tentang urutan makan buah sebelum memakan makanan pokok.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ B. FAKTA MEDIS
Ilmu kedokteran modern telah menegaskan bahwa mengkonsumsi buah sebelum makanan berat memiliki berbagai manfaat kesehatan. Buah mengandung gula sederhana yang mudah dicerna dan cepat diserap oleh tubuh. Selain itu, gula sederhana ini juga merupakan sumber pokok energi untuk berbagai sel di tubuh.
Usus hanya perlu waktu beberapa menit untuk menyerap gula sederhana ini, sehingga dengan cepat tubuh kembali segar, hilang rasa lapar, dan menormalkan gula darah.
Adapun orang yang langsung makan berbagai makanan berat membutuhkan hingga sekitar tiga jam agar usus menyerap gulanya, sehingga dia tetap merasakan lapar lebih lama.
Rasulullah ๏ทบ juga mencontohkan untuk mengawali buka puasa dengan kurma. Anas bin Malik radhiyallahu โanhu mengatakan:
ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ๏ทบ ููููุทูุฑู ุนูููู ุฑูุทูุจูุงุชู ููุจููู ุฃููู ููุตููููููุ ููุฅููู ููู ู ุชููููู ุฑูุทูุจูุงุชู ููุนูููู ุชูู ูุฑูุงุชูุ ููุฅููู ููู ู ุชููููู ุญูุณูุง ุญูุณูููุงุชู ู ููู ู ูุงุกู
โDahulu Rasulullah ๏ทบ berbuka dengan kurma basah sebelum salat. Jika tidak ada kurma basah maka dengan kurma kering, dan jika tidak ada maka beliau meminum beberapa teguk airโ (HSR Abu Dawud dan Tirmidzi).
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ Referensi:
– Al Mawsรปโah adz Dzahabiyyah fi Iโjรขz al Qur`รขn al Karรฎm wa as Sunnah an Nabawiyyah karya Dr. Ahmad Mustafa Mutawalli hal. 501-502.
Share agar kamu dapat pahala jariyah
[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA, Sb250346280924].
