Tidak semua doa dikabulkan oleh Allah. Dan doa yang terkabulkan pun juga tidak mesti dalam bentuk yang kita doakan, Allah yang lebih mengetahui bentuk terbaik untuk kita.
๐ A. TIDAK SEMUA DOA DIKABULKAN
Imam Suyuthi menyebutkan sebuah kaidah yang berbunyi:
ุฅูุฐูุง ุชูุนูุงุฑูุถู ุงููู ูุงููุนู ููุงููู ูููุชูุถููู ููุฏููู ู ุงููู ูุงููุนู
โJika penghalang dan penyebab berbenturan, maka penghalang didahulukanโ.
Contohnya adalah diharamkan melaksanakan sunah-sunah wudu jika jumlah air terbatas. Karena jika -misalnya- air yang ada dipakai untuk membasuh muka tiga kali, maka tidak akan ada sisa air untuk membasuh tangan dan kaki, sehingga wudu tidak sah. Begitu juga diharamkan melaksanakan sunah-sunah wudu jika waktu salat wajib hampir habis, cukup kerjakan cara wudu yang wajib.
Kaidah ini juga berlaku dalam hal doa: Penghalang terkabulnya doa biasanya lebih kuat daripada sebab terkabulnya. Oleh sebab itu, ada doa-doa yang tidak terkabul dalam bentuk apapun.
Dan di antara penyebab utama tertolaknya doa adalah โtidak serius saat mengucapkannyaโ. Maka ada orang beriman yang tidak terkabul doanya karena tidak berdoa dari hati, ada pula orang kafir yang doanya dikabulkan karena saat itu (saja) dia serius berdoa hanya kepada Allah. Rasulullah ๏ทบ bersabda:
ุงุชูููููุง ุฏูุนูููุฉู ุงููู ูุธููููู ู ููุฅููู ููุงูู ููุงููุฑูุง
โTakutlah terhadap doanya orang terzalimi meskipun dia kafirโ (HHR Ahmad, Abu Yaโla, dan Dhiyauddin al Maqdisi).
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ B. BENTUK-BENTUK TERKABULNYA DOA
Allah telah berjanji untuk mengabulkan doa -yang memenuhi syarat untuk dikabulkan:
ููููุงูู ุฑูุจููููู ู ุงุฏูุนููููู ุฃูุณูุชูุฌูุจู ููููู ู
โDan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimuโ (Surat Ghafir: 60).
Terkabulnya doa ini memiliki tiga kemungkinan bentuk, sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah ๏ทบ:
ู ูุง ู ููู ู ูุณูููู ู ููุฏูุนูู ุจูุฏูุนูููุฉู ููููุณู ูููููุง ุฅูุซูู ู ููููุง ููุทููุนูุฉู ุฑูุญูู ู ุฅููููุง ุฃูุนูุทูุงูู ุงูููู ุจูููุง ุฅูุญูุฏูู ุซูููุงุซู: ุฅูู ููุง ุฃููู ุชูุนูุฌูููู ูููู ุฏูุนูููุชูููุ ููุฅูู ููุง ุฃููู ููุฏููุฎูุฑูููุง ูููู ููู ุงููุขุฎูุฑูุฉูุ ููุฅูู ููุง ุฃููู ููุตูุฑููู ุนููููู ู ููู ุงูุณูููุกู ู ูุซูููููุง. ููุงูููุง: ุฅูุฐูุง ููููุซูุฑูุ ููุงูู: ุงูููู ุฃูููุซูุฑู
โTidaklah seorang muslim mengucapkan doa yang di dalamnya tidak ada dosa atau pemutusan silaturahim, melainkan Allah beri untuknya salah satu dari tiga hal:
– bisa jadi Allah menyegerakan doa itu untuknya (dikabulkan di dunia),
– bisa jadi Allah simpan untuknya di akhirat, dan
– bisa jadi Allah hindarkan keburukan semisal itu darinyaโ. (HSR Ahmad).
Dari hadits ini jelas bahwa doa dikabulkan dalam tiga kemungkinan:
1. Dikabulkan di dunia dengan segera maupun setelah jeda waktu, dalam bentuk seperti yang diminta ataupun dalam bentuk yang lain
2. Diberi dalam bentuk tambahan pahala di akhirat, selain pahala berdoa
3. Dihindarkan dari keburukan yang senilai dengan isi doanya.
Imam Ibnu Abdil Barr mengatakan: โDi sini (hadits di atas) terdapat dalil bahwa pasti dikabulkan dengan salah satu dari tiga bentuk tersebutโ.
Maka, orang yang berdoa dengan baik tidak akan merugi. Dalam hadits di atas disebutkan bahwa setelah mendengar sabda Rasulullah ๏ทบ itu, para sahabat berkata: โKalau begitu kami akan memperbanyak (doa)โ, dan beliau menjawab: โAllah lebih banyak (keutamaan dan pemberianNya)โ.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ C. MENGAPA TIDAK SELALU SEGERA DIKABULKAN DALAM BENTUK YANG DIMINTA OLEH HAMBA?
1. Bukti Allah Maha Bijaksana, dan Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Imam Ibnul Jauzi mengatakan: โKetahuilah bahwasanya Allah โAzza wa Jalla tidak menolak doa orang yang beriman. Hanya saja seringkali terdapat kebaikan jika ijabah doa diakhirkan. Sering juga, di dalam doanya secara umum tidak terdapat kebaikan sehingga Allah beri ganti dengan apa yang baik untuknya, dan seringkali Allah akhirkan pemberian gantinya pada Hari Kiamatโ.
2. Bukti Allah Maha Berkuasa Atas Apapun
Orang yang paling shalih dan paling mematuhi adab berdoa sekalipun tidak dapat mengintervensi bentuk dan waktu terkabulnya doa oleh Allah.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ Referensi:
– Ad Dรข` wa ad Dawรข` karya Imam Ibnul Qayyim al Jauziyyah hal. 9
– Al Asybรขh wa an Nazhรขir fi Qawรขโid wa Furรปโ Fiqh asy Syรขfiโiyyah karya Imam Suyuthi hal. 115
– At Tamhรฎd li ma fi al Muwatta` min al Maโรขni wa al Asรขnรฎd karya Imam Ibnu Abdil Barr VI/121
– Kasyf al Musykil min แธคadรฎts ash Shaแธฅรฎแธฅayn karya Imam Ibnul Jauzi III/401.
Share agar kamu dapat pahala jariyah
[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA, R030246070824].
