Home FikihKeluarga Nama Baru untuk Mualaf, Haruskah?

Nama Baru untuk Mualaf, Haruskah?

by Ustadz Ivana

Pertanyaan: Apakah orang yang sudah masuk Islam wajib mengganti namanya dengan nama berbahasa Arab agar lebih islami?

📋 Jawaban:

Seseorang boleh mengganti namanya setelah masuk Islam, tetapi tidak wajib melakukannya asalkan arti namanya tidak bermasalah. Dahulu di masa Rasulullah ﷺ ada sebagian orang A’jam (non Arab) yang masuk Islam dan tidak mengganti nama dengan nama Arab agar ‘lebih islami’. Misalnya adalah:

– Bâdzân (بَاذَانُ) dari Persia

– Jâbân (جَابَانُ) dari etnis Kurdi

– Mukhayrîq (مُخَيْرِيْقُ) dari etnis Yahudi Bani Nadhir

– Sîmûyah (سِيْمُوْيَه) dari Balqa` (Yordania)

– Sîrîn (سِيْرِيْنُ) dari Mesir.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

Adapun jika namanya memiliki arti yang diharamkan dalam Islam, maka wajib diganti, seperti nama yang mengarah pada penyembahan selain Allah. Misalnya, ada orang bernama ‘Abdu Syams (hamba matahari) bin Shakhr yang setelah dia masuk Islam namanya diganti oleh Rasulullah ﷺ menjadi ‘Abdur Rahman (hamba Allah Yang Maha Pengasih). ‘Abdurrahman bin Shakhr ini kemudian lebih dikenal dengan panggilan Abu Hurairah, sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits Rasulullah ﷺ dengan 5.374 haditsnya.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

Selain itu, Rasulullah ﷺ juga pernah mengganti nama beberapa sahabat yang memiliki arti buruk atau tidak pantas, seperti Ḥazn menjadi Sahl (HSR Bukhari) dan mengganti panggilan Abul Ḥakam menjadi Abu Surayḥ (HSR Abu Dawud).

Prof. Dr. Mustafa Dib al Bugha menjelaskan bahwa arti Ḥazn adalah tanah yang keras, kebalikan dari arti Sahl. Adapun untuk Abul Ḥakam diganti menjadi Abu Syurayḥ, al Ḥakam adalah salah satu nama Allah, sedangkan Syurayḥ adalah anak pertama anak tersebut sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Abu Dawud.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📚 Referensi:

Al Ishâbah fi Tamyîz as Shaḥabah karya al Hafizh Ibnu Hajar al ‘Asqalani I/623-624, II/111, IV/560, X/88-91, 30/29-30

Fatâwa al Lajnah ad Dâimah li al Buḥûts wa al Iftâ` yang dikompilasi oleh Syaikh Ahmad ad Duwaisy

– Catatan kaki Prof. Dr. Mustafa Dib al Bugha untuk Shaḥîḥ al Bukhâri cet. Dar Ibnu Katsir XI/2288

Share agar kamu dapat pahala jariyah

[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA, Sn010246050824].

Related Articles

Leave a Comment