Home SejarahTokoh Mengapa Abu Hurairah Bisa Meriwayatkan 5.374 Hadits?

Mengapa Abu Hurairah Bisa Meriwayatkan 5.374 Hadits?

by Ustadz Ivana

Jika membaca buku-buku hadits, kita sangat sering membaca hadits yang disampaikan dengan redaksi: “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda”.

Abu Hurairah adalah sahabat yang hanya 3 tahun membersamai Rasulullah, tetapi menjadi sahabat paling banyak meriwayatkan hadits beliau. Dia berkata:

صَحِبْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ ثَلاَثَ سِنِينَ، لَمْ أَكُنْ فِي سِنِيَّ أَحْرَصَ عَلَى أَنْ أَعِيَ الحَدِيثَ مِنِّي فِيهِنَّ

“Aku telah membersamai Rasulullah ﷺ selama tiga tahun. Tidak ada tahun-tahun dalam hidupku di mana aku lebih giat menghafal selain di 3 tahun itu” (SR Bukhari).

Abu Hurairah meriwayatkan 5.374 hadits berdasarkan perhitungan pada Musnad Baqiyy bin Makhlad. Jumlah ini jauh lebih banyak daripada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar (2.630 hadits), Anas bin Malik (2.286), Aisyah (2.210), Ibnu Abbas (1.660 hadits), dan Jabir (1.540 hadits) yang merupakan sahabat perawi hadits terbanyak nomor 2-6.

‘Banyaknya hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah padahal dia hanya 3 tahun membersamai Rasulullah ﷺ’ ini sering dijadikan bahan musuh Islam untuk menyerang Abu Hurairah dan menuduhnya mengarang hadits, kemudian menolak ribuan hadits yang dia riwayatkan dari Rasulullah ﷺ, dan tujuan akhirnya adalah merobohkan Islam karena ribuan hadits yang menjadi dasarnya telah runtuh.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📋 A. MENGAPA BISA MERIWAYATKAN HINGGA 5.347 HADITS?

1. Kesungguhan Belajar Hadits

Rasulullah ﷺ mengakui kesungguhan Abu Hurairah dalam bidang hadits.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّهُ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِكَ يَوْمَ القِيَامَةِ؟ فَقَالَ: ” لَقَدْ ظَنَنْتُ، يَا أَبَا هُرَيْرَةَ، أَنْ لاَ يَسْأَلَنِي عَنْ هَذَا الحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلُ مِنْكَ، لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الحَدِيثِ، أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ القِيَامَةِ مَنْ قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، خَالِصًا مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ “

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia bercerita: “Saya bertanya: ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling beruntung mendapatkan syafaat Anda pada Hari Kiamat?’. Beliau menjawab: ‘Aku telah menduga wahai Abu Hurairah bahwa tidak akan ada orang yang menanyaiku tentang hadits ini lebih dulu daripada kamu, karena aku melihat kesungguhanmu dalam hadits. Orang yang paling beruntung mendapat syafaatku pada Hari Kiamat adalah orang yang mengucap Lâ ilâha Illallâh dengan ikhlas dari hatinya’” (HSR Bukhari).

2. Mukjizat Doa Rasulullah

Abu Hurairah bercerita: “Saya berkata: ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya telah mendengar dari Anda banyak hadits yang saya telah lupa’. Beliau bersabda: ‘bentangkan ridâ` (jenis pakaian luar)mu’. Aku bentangkan, lalu beliau mencidukkan kedua tangannya ke dalamnya, dan bersabda: ‘lipatlah’. Sayapun melipatnya, dan setelah itu saya tidak pernah melupakan apapun” (HSR Bukhari).

3. Hanya Fokus Belajar

Abu Hurairah bercerita: “Sesungguhnya dahulu saudara-saudara kami yang Muhajirin sibuk dengan perdagangan di pasar, dan saudara-saudara kami yang Anshar sibuk bekerja di kebun mereka. Sementara itu, Abu Hurairah terus menyertai Rasulullah ﷺ dengan sekenyang perutnya (maksudnya: dengan ekonomi seadanya), melihat apa yang tidak mereka lihat, dan menghafal apa yang mereka tidak hafal” (SR Bukhari).

4. Belajar dari Sahabat Lainnya

Abu Hurairah masuk Islam di tahun 7 H, artinya ada banyak ilmu yang disampaikan Rasulullah ﷺ selama 19 tahun (13 tahun di Mekah, hingga tahun 6 H) yang belum dipelajarinya.

Untuk menutupi kekurangan ilmu karena baru masuk Islam di tahun 7 H, Abu Hurairah juga mempelajari hadits dari sahabat yang lain seperti: Abu Bakar, Umar, Ubay bin Ka’b, Usamah bin Zaid, Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Rawahah, Abdullah bin Salam, dan Aisyah istri Rasulullah ﷺ.

5. Kesempatan Maksimal untuk Menyebarkan Hadits

Setelah Rasulullah ﷺ meninggal, Abu Hurairah memfokuskan diri untuk menyampaikan hadits Rasulullah ﷺ di manapun dia berada; Mekah, Madinah, Bahrain (pernah menjadi imam dan hakim), Syam, dan Irak. Bahkan ketika di Madinah, dia tidak menunggu orang menerima hadits di Masjid Nabawi, tetapi juga mendatangi rumah-rumah untuk menyampaikan hadits Rasulullah ﷺ.

Setelah Rasulullah ﷺ wafat di tahun 11 H, Abu Hurairah hidup hingga tahun 59 H. Artinya, dia memiliki sangat banyak kesempatan menyebarkan hadits sepeninggal Rasulullah ﷺ, khususnya setelah banyak sahabat senior yang juga wafat.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📋 C. BUKAN HAL DI LUAR NALAR

Kemampuan Abu Hurairah menghafal begitu banyak hadits hingga 5.374 hadits sebetulnya bukanlah hal yang di luar batas kemampuan manusia.

Jika kita lihat fakta bahwa Abu Hurairah menyertai Rasulullah ﷺ selama 3 tahun (1.080 hari, dengan asumsi 1 tahun = 360 hari) dan meriwayatkan 5.347 hadits, maka rata-rata Abu Hurairah hanya menghafal sekitar 5 hadits per hari. Padahal kita tahu bahwa ada sebagian hadits yang Abu Hurairah terima dari sahabat lain.

Hadits-hadits tersebut dihafal Abu Hurairah dengan sangat mudah karena tanpa sanad “telah bercerita kepada kami si A, dari si B, bahwa si C mendengar…”. Sebab, dia menerima hadits-haditsnya langsung dari Rasulullah ﷺ atau dari seorang sahabat lain yang menerima hadits dari Rasulullah ﷺ.

Dan Abu Hurairah semakin mudah menghafal dan menyampaikan hadits, karena dia sangat fokus dalam hal ini dan berumur cukup panjang sehingga sempat menyampaikan hadits dengan maksimal.

Di antara pelajaran dari Abu Hurairah ini adalah: Orang yang terlambat memulai tetap bisa sukses asalkan mau bersungguh-sungguh memanfaatkan kesempatan yang ada.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📚 Referensi:

Abu Hurayrah Râwiyah al Islâm karya Abdussattar asy Syaikh hal. 277-278, 329-330

Daf’ asy Syubuhât ‘an al Ḥadîts an Nabawi karya Tim Ahli Hadits Universitas al Azhar hal. 27-37 (Diktat Universitas al Azhar)

Taysîr Mushthalaḥ al Ḥadîts karya Dr. Mahmud ath Thahhan -cet. Maktabah al Ma’arif- hal. 244-245

Share agar kamu dapat pahala jariyah

[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA, A220146280724].

Related Articles

Leave a Comment