Bangsa Arab tidak langsung menamai hari dengan cara yang kita kenal dan kita terapkan sekarang (Ahad, Senin, Selasa, dst). Mereka memiliki tiga fase penamaan hari.
๐ A. FASE PERTAMA
Dahulu, Bangsa Arab memberi satu nama untuk setiap tiga hari:
Tanggal 1-3. Ghurar (ุงููุบูุฑูุฑู)
Ghurar adalah bentuk dari Ghurrah (ุงููุบูุฑููุฉู) yang berarti โawalโ, dinamai demikian karena merupakan awal bulan.
4-6. Nufal (ุงูููููููู)
Nufal artinya โtambahanโ, dinamai demikian karena merupakan tambahan (lanjutan) dari ghurar.
7-9. Tusaโ (ุงูุชููุณูุนู)
Tusaโ berasal dari kata Tisโah (ุงูุชููุณูุนูุฉู) yang artinya โsembilanโ, dinamai demikian karena berakhir pada tanggal 9.
10-12. โUsyar (ุงููุนูุดูุฑู)
โUsyar berasal dari kata โAsyrah (ุงููุนูุดูุฑูุฉู) yang artinya โsepuluhโ, dinamai demikian karena diawali pada tanggal 10.
13-15. Bรฎdh (ุงููุจูููุถู)
Bรฎdh artinya โputihโ, dinamai demikian karena bulan bersinar paling terang pada malam ke-13, 14, dan 15 bulan qamariyah. Hingga kini, puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari-hari itu disebut Puasa Ayyรขmul Bรฎdh (hari-hari putih).
16-18. Duraโ (ุงูุฏููุฑูุนู)
Duraโ adalah bentuk jamak dari darโรข` (ุงูุฏููุฑูุนูุงุกู), yaitu sesuatu yang awalnya hitam dan selebihnya berwarna putih. Dinamai demikian karena pada malam-malamnya bulan โterlambatโ terlihat.
19-21. Zhulam (ุงูุธููููู ู)
Zhulam artinya โgelapโ, dinamai demikian karena di malam-malam tersebut mulai gelap sebab bulan mulai tidak tampak.
22-24. แธคanรขdis (ุงููุญูููุงุฏูุณู)
แธคanรขdis artinya โsangat gelapโ, dinamai demikian karena pada malam-malam tersebut bulan lebih samar daripada sebelumnya karena bulan semakin samar.
25-27. Daรขdi (ุงูุฏููุขุฏููู)
Daรขdi juga berarti โsangat gelapโ, dinamai demikian karena malam-malam tersebut semakin gelap lagi.
28-30. Miแธฅรขq (ุงููู ูุญูุงูู)
Miแธฅรขq artinya โterhapusโ, dinamai demikian karena bulan terhapus (tidak terlihat) pada malam-malam tersebut.
Al Hafizh Ibnu Katsir mengatakan: โBangsa Arab memberi satu nama untuk setiap 3 malam di bulan qamariyah berdasarkan (pergerakan) bulanโ (Tafsรฎr al Qur`รขn al โAzhรฎm -cet. Dar Ibn al Jawzi- VI/342).
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ B. FASE KEDUA
Interaksi bangsa Arab dengan bangsa lain kemudian menginspirasi mereka untuk menggunakan konsep โpekanโ dan โtujuh hariโ. Pada awalnya mereka memberi nama-nama hari sebagai berikut:
1. Awwal (ุฃูููููู)
Awwal artinya โpertamaโ, dinamai demikian karena ia adalah hari pertama.
2. Ahwan (ุฃููููููู) atau Ahwad (ุฃูููููุฏู)
Ahwan artinya tenang (diam) dan Ahwad berarti lemah, seolah mengatakan bahwa hari pertama yaitu Awwal lebih tinggi (utama).
3. Jubรขr (ุฌูุจูุงุฑ)
Jubรขr artinya โkuatโ, yaitu kembali menguat karena sebagai hari ke-โtigaโ ia mengumpulkan ganjil (satu) dan genap (dua).
4. Dubรขr (ุฏูุจูุงุฑ)
Dubรขr artinya โakhirโ, dinamai demikian karena merupakan hari terakhir yang dinamai berdasarkan sifat hari (lihat arti nama hari Awwal, Ahwan-Ahwad, Jubรขr, dan Dubar). Adapun hari ke-5, 6, dan 7 diberi nama yang lebih sesuai dengan kegiatan di hari tersebut (lihat arti nama hari Mu`nis, โArรปbah, dan Syiyรขr).
5. Mu`nis (ู ูุคูููุณ)
Mu`nis artinya โmembuat menungguโ, dinamai demikian karena ia sudah dekat dengan hari โArรปbah (Jumat) yang menjadi hari berkumpul. Di hari itu orang menunggu hari โArรปbah (Jumat).
6. โArรปbah (ุนูุฑูููุจูุฉ)
โArรปbah artinya โjelasโ atau โdisukaiโ, dinamai demikian karena menjadi hari berkumpul orang-orang sehingga mereka menyukai hari ini. Hari ini juga disebut แธคarbah (ุญูุฑูุจูุฉ).
7. Syiyรขr (ุดูููุงุฑ)
Syiyรขr artinya โyang dikeluarkan / ditampakkanโ, hari tersebut adalah akhir pekan.
Sebenarnya ada sedikit perbedaan pendapat tentang redaksi dan arti nama hari-hari di atas. Terlepas bagaimana redaksi dan arti yang paling tepatnya, yang jelas nama-nama hari di atas secara umum sudah tidak digunakan lagi.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ C. FASE KETIGA
Kemudian bangsa Arab merubah nama-nama hari menjadi seperti yang kita kenal sekarang:
1-5. Aแธฅad (ุงููุฃูุญูุฏู), Itsnayn (Senin, ุงูุงุซูููููู), Tsulatsรข` (Selasa, ุงูุซูููุงูุซูุงุกู), Arbiโรข` (Rabu, ุงููุฃูุฑูุจูุนูุงุกู), dan Khamรฎs (Kamis, ุงููุฎูู ูููุณู)
Aแธฅรขd artinya โsatuโ, dan Itsnayn artinya โduaโ. Sedangkan Tsulatsรข`, Arbiโรข`, dan Khamรฎs berasal dari kata Tsalรขtsah (tiga), Arbaโah (empat) dan Khamsah (lima). Kelima hari ini dinamai sesuai urutan.
6. Jumuโah (Jumat, ุงููุฌูู ูุนูุฉู)
Jumuโah artinya โperkumpulanโ. Sebagian ulama berpendapat bahwa dinamai demikian karena di hari itu terkumpul banyak kebaikan seperti pertemuan Adam dan Hawa di bumi, Kaโb bin Luayy (kakek moyang Rasulullah ๏ทบ) mengumpulkan masyarakat dan dia berkhutbah di setiap Jumat, dan lainnya. Hari tersebut disebut juga Jumaโah dan Jumโah, tetapi Jumuโah lebih sering dipakai.
7. Sabt (Sabtu, ุงูุณููุจูุชู)
Ada yang mengatakan bahwa Sabt berarti โistirahatโ dan ada yang mengartikannya โputusโ, karena hari tersebut adalah hari terakhir sebelum memasuki pekan berikutnya.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ Referensi:
– Al Azminah wa al Amkinah karya Imam Abu โAli al Marzuqi al Ashfahani I/269-270
– Mawt Alfรขzh al โArabiyyah karya Dr. โAbdur Razzaq ash Shaโidi hal. 5-6
– Tafsรฎr al Qur`รขn al โAzhรฎm karya al Hafizh Ibnu Katsir, cet. Dar Ibn al Jawzi, VI/342.
Share agar kamu dapat pahala jariyah
[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA, K050146110724].
