Home FikihKeluarga Bolehkah Istri Menginfakkan Harta Suami?

Bolehkah Istri Menginfakkan Harta Suami?

by Ustadz Ivana

Pertanyaan: Bolehkah istri menginfakkan (menyedekahkan) sebagian harta suami tanpa izin?

๐Ÿ“‹ A. HUKUM ASALNYA: TIDAK BOLEH

Pada dasarnya, seseorang dilarang menginfakkan harta yang bukan miliknya; termasuk istri dilarang berinfak dari harta suami tanpa seizinnya. Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ู„ุง ุชูู†ู’ููู‚ู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ู…ูู†ู’ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ูŽุง ุฅูู„ุง ุจูุฅูุฐู’ู†ู ุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุง

โ€œJanganlah istri menginfakkan sesuatu dari rumahnya melainkan dengan izin suaminyaโ€ (HSR Abu Dawud).

Jika suami secara jelas tidak mengizinkan atau diyakini akan tidak mengizinkan andai dimintai izin, maka istri dilarang menginfakkan harta suami.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ B. BOLEH JIKAโ€ฆ

Tetapi jika suaminya secara jelas memberikan izin atau diyakini akan mengizinkan andai dimintai izin -berdasarkan kebiasaan dan akhlak suami; maka istri boleh menginfakkan harta suaminya secara wajar, dan keduanya mendapat pahala.

Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽู†ู’ููŽู‚ูŽุชู ุงู„ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ู…ูู†ู’ ูƒูŽุณู’ุจู ุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุง ุนูŽู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุฃูŽู…ู’ุฑูู‡ูุŒ ููŽู„ูŽู‡ู ู†ูุตู’ูู ุฃูŽุฌู’ุฑูู‡ู

โ€œJika istri menginfakkan sebagian hasil kerja suaminya tanpa perintah darinya, maka suami mendapatkan setengah pahala infakโ€ (HSR Bukhari dan Muslim), ini berarti istri mendapat separuh sisanya dari pahala infak.

ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽู†ู’ููŽู‚ูŽุชู ุงู„ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุทูŽุนูŽุงู…ู ุจูŽูŠู’ุชูู‡ูŽุง ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ู…ููู’ุณูุฏูŽุฉูุŒ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ุฃูŽุฌู’ุฑูู‡ูŽุง ุจูู…ูŽุง ุฃูŽู†ู’ููŽู‚ูŽุชู’ุŒ ูˆูŽู„ูุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุง ุฃูŽุฌู’ุฑูู‡ู ุจูู…ูŽุง ูƒูŽุณูŽุจูŽุŒ ูˆูŽู„ูู„ู’ุฎูŽุงุฒูู†ู ู…ูุซู’ู„ู ุฐูŽู„ููƒูŽุŒ ู„ุงูŽ ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตู ุจูŽุนู’ุถูู‡ูู…ู’ ุฃูŽุฌู’ุฑูŽ ุจูŽุนู’ุถู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง

โ€œJika istri berinfak dari makanan rumahnya tanpa merusak (yaitu dalam jumlah wajar) maka dia mendapat pahala dari infaknya, suaminya mendapat pahala dari bekerjanya, dan pengelola infak pun demikian. Sebagian mereka tidak mengurangi sedikitpun pahala sebagian yang lainnyaโ€ (HSR Bukhari dan Muslim).

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ C. PAHALANYA SETENGAH ATAU UTUH?

Hadits pertama di atas menunjukkan bahwa suami dan istri masing-masing mendapatkan setengah pahala, sedangkan hadits kedua menunjukkan bahwa masing-masing mendapatkan pahala utuh. Kedua hadits di atas dapat dijamak dengan mengatakan:

– Jika istri menginfakkan harta suami hanya dengan izin umum untuk boleh menginfakkan harta suami, atau istri meyakini suami akan mengizinkan andai dimintai izin, maka masing-masing mendapat setengah pahala

– Adapun jika ada izin khusus dari suami untuk menginfakkan harta tertentu (misalnya: 500 ribu untuk Palestina, atau 10 ribu setiap hari untuk masjid), maka masing-masing mendapat pahala utuh.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“š Referensi:

โ€˜Awn al Maโ€™bรปd Syarแธฅ Sunan Abi Dรขwรปd karya Syaikh Abu Thayyib Muhammad Syamsul Haqq XI/463

Al Minhรขj fi Syarแธฅ Shaแธฅiแธฅ Muslim Ibn al แธคajjรขj karya Imam Nawawi VII/159-161

Fatรขwa Yas`alรปnak karya Prof. Dr. Husamuddin bin Musa โ€˜Afanah (Universitas al Quds, Palestina) VIII/519-522.

Share agar kamu dapat pahala jariyah

[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA atas nama MTT PDM Kab. Blitar, A260545101223].

Related Articles

Leave a Comment