Home Akidah Rasul juga Manusia (Bagian I)

Rasul juga Manusia (Bagian I)

by Ustadz Ivana

Di bagian ini kita membahas hikmah-hikmah mengapa para rasul itu adalah manusia, bukan malaikat.

๐Ÿ“‹ REDAKSI HPT

Mereka adalah manusia yang mengalami (hal) yang biasa dialami oleh orang lain selagi tak mengurangi kehormatan mereka dalam martabat mereka yang luhur.

(Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah I/18-19)

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ A. MANUSIA, BUKAN MALAIKAT

Allah berfirman:

ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุฑูุณูู„ูู‡ูู…ู’ ุฅูู†ู’ ู†ูŽุญู’ู†ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ุจูŽุดูŽุฑูŒ ู…ูุซู’ู„ููƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูฐูƒูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ูŽ ูŠูŽู…ูู†ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุดูŽุงุกู ู…ูู†ู’ ุนูุจูŽุงุฏูู‡ู

โ€œRasul-rasul mereka berkata kepada mereka: โ€˜Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNyaโ€™โ€ (Surat Ibrahim: 11).

Di antara hikmah โ€˜rasul untuk manusia harus sesama manusiaโ€™ adalah:

1. Rasul dari kalangan manusia lebih mampu memimpin sesama manusia. Sebab, sebagai sesama manusia dia bisa merasakan apa yang mereka rasakan serta mampu melihat sesuatu dari sudut pandang mereka

2. Manusia sulit melihat malaikat. Secara umum kita tidak melihat malaikat di alam dunia. Sehingga, kita akan sulit untuk mengikuti rasul jika dia berasal dari malaikat.

(Ar Rusul wa a Risรขlรขt karya Prof. Dr. Umar Sulaiman al Asyqar hal. 72-73)

Tetapi Malaikat bisa menjadi rasul (utusan) kepada kepada rasul dari kalangan manusia atau kepada sesama malaikat. Itulah yang dimaksud dalam ayat: โ€œSegala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusanโ€ (Surat Fatir: 1).

(แธคadรขiq ar Rawแธฅ wa ar Rayแธฅรขn karya Syaikh Muhammad Amin bin โ€˜Abdullah al Harari XV/240)

Ini menunjukkan bahwa setiap posisi harus diisi oleh pihak yang baik dan tepat. Segala kelebihan malaikat hanya bisa menjadikan mereka rasul untuk sesama malaikat atau rasul dari manusia, dan bukan rasul untuk umat manusia secara umum.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ B. MANUSIA TERBAIK

Sebagai pengemban Risalah, para rasul harus merupakan manusia terbaik di masyarakatnya. Di antaranya adalah dari segi:

1. Kekuatan Fisik (Kemampuan Teknis)

Misalnya, dahulu Nabi Musa pernah memukul orang dan tidak sengaja membunuhnya. Allah berfirman: โ€œMaka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya ituโ€  (Surat al Qasas: 15)

2. Kebaikan Akhlak

Allah berfirman tentang Nabi Muhammad ๏ทบ:

ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ู„ูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูู„ูู‚ู ุนูŽุธููŠู…ู

โ€œDan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agungโ€ (Surat al Qalam: 4)

3. Nasab (Garis Keturunan)

Misalnya dahulu Kaisar Roawi bernama Herakhlius pernah mengatakan tentang para nabi: โ€œBegitulah para rasul diutus dari nasab terbaik dari kaumnyaโ€ (dari hadits shahih riwayat Bukhari)

4. Kapasitas Diri

Dahulu Nabi Ibrahim mengalahkan secara telak Raja Namrudz yang mengaku sebagai tuhan. Dalam Quran diceritakan: โ€œIbrahim berkata: โ€˜Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,โ€™ lalu terdiamlah orang kafir ituโ€ (Surat al Baqarah: 258).

(Ar Rusul wa a Risรขlรขt karya Prof. Dr. Umar Sulaiman al Asyqar hal. 78-84, dengan tambahan pada contoh)

Sifat-sifat di atas hendaklah dimiliki oleh orang yang ingin mengadakan perbaikan di masyarakatnya.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

Share agar kamu dapat pahala jariyah

[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA atas nama MTT PDM Kab. Blitar, K250445091123].

Related Articles

Leave a Comment