Kita sering mendengar hadits tentang amal penghapus dosa (dosa kecil) seperti wudu, salat, puasa Arafah (9 Zulhijah), dan puasa Asyura (10 Muharram). Bagaimana jika seseorang sudah habis dosa kecilnya tetapi masih mengamalkan amal penghapis dosa kecil, dikemanakan poin ‘penghapus dosa kecil’ ketika dosa kecil sudah habis?
📋 A. Hadits Puasa Arafah dan ‘Asyura`
Rasulullah ﷺ bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ، وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
“- Puasa Hari ‘Arafah (9 Dzulhijjah), aku berharap agar (dengannya) Allah menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya;
– Puasa Hari ‘Asyura` (10 Muharram), aku berharap agar (dengannya) Allah menghapus dosa setahun sebelumnya. (HSR Muslim).
Mayoritas ulama mengatakan bahwa hadits-hadits tentang amal penghapus dosa seluruhnya, dosa walau sebanyak buih di lautan, dosa setahun dsb itu maksudnya hanyalah dosa-dosa kecil.
(Risâlah fi Aḥâdîts Syahrillâh al Muḥarram karya Syaikh ‘Abdullah bin Shalih al Fauzan hal. 11).
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
📋 B. Jika Terjadi Akumulasi
Terkadang seseorang melakukan beberapa ‘amal penghapus dosa kecil’ sekaligus, misalnya:
– Wudu, Salat, serta Tasbih-Tahmid-Takbir masing-masing 33x dan Tahlil lengkap
– Puasa Ramadan dan Salat Tarawih
– Puasa ‘Arafah (9 Dzulhijjah) dan Puasa ‘Asyura` (10 Muharram).
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
Jika dosa kecil sudah terhapus oleh amal yang pertama, maka amal yang berikutnya berfungsi di antaranya untuk:
– mengikis dosa-dosa besar,
– atau untuk memperbesar pahala dan meningkatkan derajat.
(Al Jâmi’ al Muḥarrar fi Aḥkâm ‘Âsyûrâ` wa al Muḥarram karya Syaikh Muhammad Anwar Mursal hal. 88-89)
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA atas nama MTT PDM Kab. Blitar, K090145270723].
