Allah menurunkan kitab-kitabNya sebagai petunjuk bagi umat manusia. Di antara kitab tersebut diterima oleh nabi yang bersangkutan langsung dalam bentuk kitab, dan ada yang diterima secara lisan.
๐ A. Semua Kitab Allah adalah FirmanNya
โฆdan bahwa Quran adalah firman Allah dan kitab terakhir yang diturunkan (HPT Muhammadiyah I/17). Allah berfirman:
ููุฅููู ุฃูุญูุฏู ู ููู ุงููู ูุดูุฑูููููู ุงุณูุชูุฌูุงุฑููู ููุฃูุฌูุฑููู ุญูุชููู ููุณูู ูุนู ููููุงู ู ุงูููููู
โDan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allahโ (Surat at Taubah: 6).
Maksud โFirman Allahโ dalam ayat ini adalah Quran (Al ‘Adzb al Munรฎr, Muhammad Amin asy Syinqithi, V/280).
Begitu pula seluruh kitab suci dari Allah adalah firmanNya, seperti Taurat. Allah berfirman:
ููููุฏู ููุงูู ููุฑูููู ู ูููููู ู ููุณูู ูุนูููู ููููุงู ู ุงูููููู ุซูู ูู ููุญูุฑููููููููู
โPadahal segolongan dari mereka (Yahudi) mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnyaโ (Surat al Baqarah: 75).
Firman Allah yang mereka dengar lalu mereka rubah sebagian isinya adalah Taurat (Tafsรฎr al Qur`รขn al โAzhรฎm karya Ibnu Katsir I/461).
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ B. Disampaikan dalam Bentuk Kitab atau Secara Lisan?
Meskipun semua kitab dari Allah adalah firman Allah, tetapi sebagian kitab suci diberikan kepada nabi penerimanya dalam bentuk kitab, misalnya adalah Taurat yang diterima Nabi Musa. Disebutkan bahwa Nabi Adam berkata kepada Nabi Musa:
ุฃูููุชู ู ููุณููุ ุงุตูุทูููุงูู ุงูููู ุจูููููุงู ูููุ ููุฎูุทูู ูููู ุจูููุฏููู…
โKamu Musa, Allah telah memilihmu untuk diberi firmanNya dan Allah tulis untukmu dengan tanganNya…โ (HSR Bukhari dan Muslim).
(Maโรขrij al Qabรปl karya Syaikh Hafizh al Hakami, cet. Dar Ibn al Qayyim, II/672-673).
Adapun Quran disampaikan kepada Nabi Muhammad ๏ทบ secara lisan, kemudian beliau mendiktekan kepada para penulis Quran (โAbdullah bin Saโd, Ubay bin Kaโb, Zaid bin Tsabit, dll) dan para sahabat secara umum (Jamโ al Qur`รขn al Karรฎm แธคifzhรข wa Kitabah karya Prof. Dr. โAli Sulaiman al โUbaid hal. 488-490).
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ C. Quran Disampaikan Secara Lisan, Mengapa?
Karena Nabi Muhammad ๏ทบ buta huruf, tidak bisa baca tulis; beliau hidup di era yang menjadikan kemampuan merangkai kata (syair) -bukan keterampilan baca tulis- sebagai takaran intelektualitas. Orang yang buta huruf tidak cocok diberi wahyu tertulis.
Beliau ๏ทบ dikondisikan agar tidak bisa baca tulis -sebagaimana umumnya orang Arab saat itu-; supaya tidak ada yang menuduh bahwa โMuhammad mengarang Quran dengan mereferensi ke kitab-kitab terdahuluโ, atau โdia tidak cocok dengan nubuat Taurat yang mengatakan bahwa nabi terakhir itu buta hurufโ (Maโรขlim at Tanzรฎl karya Imam Baghawi VI/249). Allah berfirman:
ููู ูุง ููููุชู ุชูุชูููู ู ููู ููุจููููู ู ููู ููุชูุงุจู ููููุง ุชูุฎูุทูููู ุจูููู ูููููู ุฅูุฐูุง ููุงุฑูุชูุงุจู ุงููู ูุจูุทูููููู
โDan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Quran) sesuatu Kitab pun dan kamu tidak menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkariโ (Surat al โAnkabut: 48).
Hadits yang menyebut bahwa beliau ๏ทบ โmenulisโ saat perjanjian Hudaibiyah maksudnya adalah โmenyuruh seseorang menulisโ sebagaimana diterangkan riwayat lain. Dan hadits yang menyebut bahwa beliau ๏ทบ tidak meninggal sebelum belajar baca tulis adalah hadits lemah yang tidak ada asalnya (Tafsรฎr al Qur`รขn al โAzhรฎm karya Imam Ibnu Katsir, cet. Awlad asy Syaikh, X/520).
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
Share agar kamu dapat pahala jariyah
[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA atas nama MTT PDM Kab. Blitar, Sb040145220723].
