Home Qurantafsir 7 Cara Quran Menyampaikan Hukum-hukum Syar’i Kepada Orang Beriman

7 Cara Quran Menyampaikan Hukum-hukum Syar’i Kepada Orang Beriman

by Ustadz Ivana

Allah ﷻ memerintahkan kepada kita untuk menyampaikan dakwah Islam dengan cara terbaik, dan Allah telah mencontohkan cara-caranya dalam Quran. Dalam Quran ada 7 cara Allah menyampaikan perintah dan laranganNya kepada kita, yaitu:

📋 A. MENGGUNAKAN PANGGILAN:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا

“Hai orang-orang yang beriman” sebelum perintah dan larangan.

Panggilan ini digunakan hingga 89 kali dalam Quran, dan di dalam ‘panggilan iman’ ini terdapat dua hal penting:

1. Pengingat bahwa ‘orang yang beriman haruslah melaksanakan konsekuensi iman’, yaitu menaati perintah dan larangan yang disebutkan di ayat-ayat tersebut

2. Pengingat bahwa ‘kalian telah mendapatkan nikmat terbesar yaitu iman’, maka syukurilah nikmat ini dengan menaati perintah dan larangan yang disebutkan di ayat-ayat tersebut.

Misalnya adalah dalam firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (Surat al Baqarah: 153).

Saya telah menulis (sebagian) tafsir ayat-ayat Ya Ayyuhalladzina Amanu di website ini, bisa dilihat daftarnya di sini.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📋 B. MENYEBUTKAN DAMPAK PERBUATAN BAIK DAN BURUK

Allah menyebutkan perbuatan baik dan dampak positifnya, serta menyebutkan perbuatan buruk dan dampak negatifnya. Misalnya adalah dalam firman Allah:

وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Dan dalam qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa” (Surat al Baqarah: 179).

Penerapan qishash membuat orang-orang jadi takut melakukan pembunuhan, sehingga kelangsungan hidup masyarakat lebih terjamin.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📋 C. JANJI BAIK DAN ANCAMAN

Misalnya adalah pada firman Allah:

إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ (13) وَإِنَّ الْفُجَّارَ لَفِي جَحِيمٍ (14)

“Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan (13) dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka (14)” (Surat al Infithar: 13-14).

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📋 D. MENYEBUTKAN NIKMAT ALLAH AGAR DISYUKURI

Misalnya adalah pada firman Allah:

وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنْتُمْ أَذِلَّةٌ فَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuriNya” ( Surat Ali Imran: 123).

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📋 E. MENYEBUTKAN NAMA-NAMA ALLAH (ASMAUL HUSNA)

Allah menyebutkan namaNya bersama dengan perintah ataupun larangan, untuk mengingatkan kita agar menaati perintah dan laranganNya. Misalnya adalah dalam ayat:

فَمَنْ بَدَّلَهُ بَعْدَمَا سَمِعَهُ فَإِنَّمَا إِثْمُهُ عَلَى الَّذِينَ يُبَدِّلُونَهُ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Maka barangsiapa yang mengubah wasiat itu, setelah ia mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya adalah bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Surat al Baqarah: 181).

Ayat ini mengingatkan bahwa perubahan isi wasiat itu diketahui dan didengar oleh Allah.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📋 F. MENYEBUTKAN PERLINDUNGAN ATAU CINTA ALLAH KEPADA ORANG YANG TAAT

Misalnya adalah dalam ayat:

بَلَى مَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ وَاتَّقَى فَإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ

“Sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa” (Surat Ali Imran: 76).

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📋 G. MEMERINTAHKAN KITA AGAR TIDAK SEPERTI ORANG-ORANG YANG BURUK

Misalnya adalah dalam firman Allah:

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik” (Surat al Hadid: 16).

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📚 Referensi:

Al Qawâ’id al Ḥisân li Tafsîr al Qur`ân karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa’di, cet. Maktabah ath Thabari, kaidah ke-9, hal. 18-19, dengan berbagai tambahan contoh ayat.

Related Articles

Leave a Comment