Akhirat sebagai tempat kita hidup selamanya setelah kehidupan di dunia ini merupakan salah satu hal yang paling harus kita perhatikan. Hikmah adanya Akhirat adalah sebagai tempat balasan atas ujian hidup di alam dunia. Allah sangat sering menyebut tentang Akhirat dalam Quran, dan diantara cara Allah menegaskan keberadaan Akhirat adalah:
📋 A. SUMPAH ALLAH
Allah sangat sering menyebut tentang Akhirat dalam Quran, hingga di hampir seluruh halaman Mushaf Quran terdapat penyebutan tentangnya. Dan di berbagai ayat, Allah bahkan bersumpah tentang Akhirat seperti dalam ayat:
لَا أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ
“Aku bersumpah demi hari kiamat” (Surat al Qiyamah: 1).
Bahkan Allah juga memerintahkan Rasulullah ﷺ untuk bersumpah tentang Akhirat, misalnya pada ayat:
وَيَسْتَنْبِئُونَكَ أَحَقٌّ هُوَ قُلْ إِي وَرَبِّي إِنَّهُ لَحَقٌّ وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ
“Dan mereka menanyakan kepadamu: ‘Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?’. Katakanlah: ‘Ya, demi Tuhanku, sesungguhnya azab itu adalah benar dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (daripadanya)’” (Surat Yunus: 53).
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
📋 B. KEKUASAAN ALLAH
Allah mengingatkan kita akan Maha Kuasa-Nya Dia atas segala sesuatu, dan kemampuan membangkitkan para makhluk di hari Kiamat adalah salah satunya. Allah berfirman:
أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَمْ يَعْيَ بِخَلْقِهِنَّ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى بَلَى إِنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu” (Surat al Ahqaf: 33).
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
📋 C. PENCIPTAAN YANG PERTAMA
Allah menyebutkan bahwa kemampuan Allah menciptakan manusia di dunia adalah tanda bahwa Allah mampu membangkitkan mereka di hari Kiamat.
Allah berfirman:
وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ قَالَ مَنْ يُحْيِ الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ (78) قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ (79)
“Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: ‘Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?’ (78) Katakanlah: ‘Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk (79)’” (Surat Yasin: 78-79).
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
📋 D. PERUMPAMAAN TANAH MATI
Allah mengingatkan bahwa hidupnya tanah mati menjadi subur lagi adalah tanda bahwa kebangkitan setelah kematian manusia adalah hal yang bisa terjadi.
Allah berfirman:
وَاللَّهُ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ
“Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran)” (Surat an Nahl: 65).
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
📋 E. PERTOLONGAN ALLAH KEPADA PARA RASUL
Dalam Quran sering diceritakan tentang bagaimana Allah menyelamatkan para nabi dan rasulnya. Hal ini menunjukkan bahwa Allah juga mampu untuk membangkitkan manusia nanti pada hari Kiamat, serta membalas kebaikan para nabi dan para pengikutnya, juga membalas orang-orang yang jahat.
Allah yang mampu menenggelamkan Firaun dan menyelematkan Nabi Musa beserta pengikutnya; juga mampu untuk membalas orang jahat maupun orang baik pada hari Kiamat nanti.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
📋 F. ‘HIDUP SETELAH MATI’ DI DUNIA
Dalam Quran Allah menyebutkan ada lima peristiwa orang yang sudah mati dibangkitkan oleh Allah ketika masih di dunia, diantaranya adalah dalam kisah Bani Israil:
وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَى لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّى نَرَى اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْكُمُ الصَّاعِقَةُ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ (55) ثُمَّ بَعَثْنَاكُمْ مِنْ بَعْدِ مَوْتِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (56)
“Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: ‘Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang’, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya (55) Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur” (Surat al Baqarah 55-56).
Kisah lainnya disebutkan dalam Surat al Baqarah ayat ke-72, 243, 259, dan 260.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
📚 Referensi:
– At Ta’lîq ‘alâ al Qawâ’id al Ḥisân li Tafsîr al Qur`ân karya Syaikh Utsaimin hal. 37
– Al Qawâ’id al Ḥisân li Tafsîr al Qur`ân karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa’di, cet. Maktabah ath Thabari, kaidah ke-5, hal. 117-18
– Al Muqarrar at Tawḥîd karya Dr. Abdul Aziz bin Muhammad Alu Abdul Lathif hal. 94 dan 103-104.
