Agama Islam sebagai satu-satunya agama yang benar di sisi Allah memiliki karakter yang membedakannya dari agama dan ajaran lain. Karakter Islam ini ada lima, yaitu:
๐ 1. Berasal dari Allah
Sumber Islam adalah Allah, dengan Quran dan Hadits yang merupakan wahyu dariNya. Oleh sebab itu, semua ajarannya pasti benar dan tidak ada kekurangan sedikitpun. Jika ada yang terlihat salah atau kurang, maka itu terletak pada pemahaman dan pengamalan manusia, bukan pada Islam.
Allah berfirman:
ููุฅูููููู ููุชููููููู ุงููููุฑูุขูู ู ููู ููุฏููู ุญููููู ู ุนููููู ู
โDan sesungguhnya kamu benar-benar diberi Al Quran dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahuiโ (Surat an Naml: 6), dan:
ููู ูุง ููููุทููู ุนููู ุงููููููู (3) ุฅููู ูููู ุฅููููุง ููุญููู ูููุญูู (4)
โDan tiadalah yang diucapkannya (Nabi Muhammad ๏ทบ) itu menurut kemauan hawa nafsunya (3) Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (4)โ (Surat an Najm: 3-4).
Karakter Islam nomor 2-5 merupakan konsekuensi dari karakter yang pertama ini.
๐ 2. Lengkap
Islam mengatur segala hal semenjak manusia bangun tidur hingga tidur lagi, dari cara masuk kamar kecil hingga urusan kenegaraan, serta urusan lahir maupun batin manusia. Segala aturan Islam datang untuk menghadirkan kebaikan bagi manusia serta mencegah keburukan dari mereka.
Janganlah kita menjadi seperti mereka yang difirmankan oleh Allah:
ุฃูููุชูุคูู ูููููู ุจูุจูุนูุถู ุงููููุชูุงุจู ููุชูููููุฑูููู ุจูุจูุนูุถู ููู ูุง ุฌูุฒูุงุกู ู ููู ููููุนููู ุฐููููู ู ูููููู ู ุฅููููุง ุฎูุฒููู ููู ุงููุญูููุงุฉู ุงูุฏููููููุง ููููููู ู ุงููููููุงู ูุฉู ููุฑูุฏููููู ุฅูููู ุฃูุดูุฏูู ุงููุนูุฐูุงุจู ููู ูุง ุงูููููู ุจูุบูุงูููู ุนูู ููุง ุชูุนูู ูููููู
โApakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain?โ (Surat al Baqarah: 85).
๐ 3. Universal
Allah menurunkan Islam untuk seluruh manusia di segala waktu dan tempat. Allah berfirman tentang Rasulullah ๏ทบ:
ููู ูุง ุฃูุฑูุณูููููุงูู ุฅููููุง ููุงูููุฉู ููููููุงุณู ุจูุดููุฑูุง ููููุฐููุฑูุง
โDan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatanโ (Surat Saba`:28).
Agar Islam memiliki sifat Lengkap dan Universal, ayat-ayat Quran dan hadits-hadits Nabi ๏ทบ perlu dikelola dengan formulasi kias (analogi), โurf (tradisi), istishlรขแธฅ (hal baik yang tidak disebut secara khusus, tetapi senada dengan tujuan syariat Islam), dan sebagainya.
๐ 4. Balasan di Akhirat
Meskipun Islam juga datang untuk kebaikan manusia di dunia yang fana ini, tetapi balasan utama dari pengamalan Islam adalah di Akhirat yang kekal abadi.
Meskipun seseorang bisa lepas dari hukuman dan pembalasan di dunia, dan meskipun kebaikan di dunia kadang tidak mendapatkan respon baik dari orang lain; seseorang akan tetap akan menjadi orang baik jika meyakini adanya hukuman di Akhirat.
Inilah hikmah mengapa hampir semua halaman Mushaf Quran disebutkan tentang Akhirat.
๐ 5. Idealis plus Realistis
a. Idealis
Islam berusaha menjadikan manusia sampai pada tingkat kesempurnaan yang bisa dicapai, dengan Rasulullah ๏ทบ sebagai teladan. Allah berfirman:
ููููุฏู ููุงูู ููููู ู ููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุฃูุณูููุฉู ุญูุณูููุฉู
โSesungguhnya telah ada pada Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimuโ (Surat al Ahzab: 21).
Idealisme ditopang oleh dua hal yaitu:
– Moderat, tidak berlebihan dan tidak kurang
– Lengkap, mencakup segala aspek kehidupan.
b. Realistis
Allah Maha Mengetahui bahwa kita memiliki banyak kelemahan. Maka Allah menjadikan Islam sebagai agama yang realistis, yang di antara bentuknya adalah:
– Ada perintah yang bersifat harus (wajib) dan ada yang anjuran (sunah), ada larangan yang harus ditinggalkan (haram) dan ada yang dianjurkan untuk ditinggalkan (makruh)
– Tidak semua kewajiban bersifat fardu ain, ada kewajiban yang fardu kifayah
– Kesalahan karena terpaksa, lupa, dan tidak sengaja: Tidak berdosa
– Secara umum ajaran Islam dapat dilaksanakan. Jika ada kesulitan maka ada berbagai keringanan (rukhshah), misalnya: Salat 4 rakaat di-qashar menjadi dua rakaat bagi musafir, dan salat dengan posisi duduk bagi yang kesulitan berdiri.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ Referensi Utama:
– Ushรปl ad Daโwah karya Dr. Abdul Karim Zaidan hal. 45-76
Share agar kamu dapat pahala jariyah
[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA, R190446221024].
