Home Qurantafsir 5 Cara Quran Membahas Tauhid

5 Cara Quran Membahas Tauhid

by Ustadz Ivana

Allah menurunkan firmanNya yaitu Quran untuk membimbing kita menuju Tauhid (Keesaan Allah). Inilah di antara metode pembahasan Tauhid dalam Quran:

๐Ÿ“‹ A. TAUHID ULUHIYAH ADALAH YANG PALING POKOK

Tauhid yang paling banyak dibahas di dalam Quran adalah Tauhid Uluhiyah (beribadah hanya kepada Allah), sebab itulah hikmah Allah menciptakan kita:

ูˆูŽู…ูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชู ุงู„ู’ุฌูู†ูŽู‘ ูˆูŽุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ู„ููŠูŽุนู’ุจูุฏููˆู†ู

โ€œDan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepadaKuโ€ (Surat adz Dzariyat: 56).

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ B. TAUHID ULUHIYAH ADALAH DAKWAH UTAMA PARA RASUL

Allah menceritakan bahwa tugas utama para rasul adalah mengajak manusia untuk mentauhidkan Allah serta menjauhi syirik, Allah berfirman:

ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุจูŽุนูŽุซู’ู†ูŽุง ูููŠ ูƒูู„ูู‘ ุฃูู…ูŽู‘ุฉู ุฑูŽุณููˆู„ู‹ุง ุฃูŽู†ู ุงุนู’ุจูุฏููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽุงุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆุง ุงู„ุทูŽู‘ุงุบููˆุชูŽ

โ€œDan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): โ€˜Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut ituโ€™โ€ (Surat an Nahl: 36).

Thaghut adalah yang diibadahi (disembahi) selain Allah, dan dia rela diibadahi.

Adapun Tauhid Rububiyah (keyakinan bahwa Allah yang menciptakan, memberi rezeki, dst) bukan materi dakwah utama para rasul. Sebab, para umat telah mengerti bahwa pencipta, pemberi rezeki, dst itu hanyalah Allah.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ C. TAUHID ULUHIYAH ADALAH KONSEKUENSI DARI TAUHID RUBUBIYAH

Allah mengajarkan bahwa satu-satunya yang menciptakan, mengatur, memberi rezeki, dst adalah satu-satunya yang berhak untuk disembah (diibadahi).

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุงุนู’ุจูุฏููˆุง ุฑูŽุจูŽู‘ูƒูู…ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ูŽู‘ูƒูู…ู’ ุชูŽุชูŽู‘ู‚ููˆู†ูŽ

โ€œHai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwaโ€ (Surat al Baqarah: 21).

Allah memerintahkan kita menyembah (beribadah) kepada Dia Yang Menciptakan.

Selain itu Allah juga menceritakan bahwa para rasul menjadikan Tauhid Rububiyah sebagai acuan untuk mendakwahkan Tauhid Uluhiyah. Misalnya adalah ketika Allah menceritakan dakwah Nabi Isa โ€˜alaihissalam:

ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุณููŠุญู ูŠูŽุง ุจูŽู†ููŠ ุฅูุณู’ุฑูŽุงุฆููŠู„ูŽ ุงุนู’ุจูุฏููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุฑูŽุจูู‘ูŠ ูˆูŽุฑูŽุจูŽู‘ูƒูู…ู’

โ€œPadahal al Masih (sendiri) berkata: โ€˜Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmuโ€ (Surat al Maidah: 72).

Rabb yang diartikan Tuhan artinya adalah: Yang menciptakan, yang memberi rezeki, mengatur, dst.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ D. HANYA ALLAH YANG MENJADI HAKIM

Allah -dalam Quran- mengajarkan kepada kita bahwa di antara bagian Tauhid adalah โ€˜menjadikan Allah sebagai satu-satunya Hakimโ€™ yang memutuskan halal, haram, dsb. Tidak boleh berhukum dengan selain hukum Allah.

Allah berfirman:

ุฅูู†ู ุงู„ู’ุญููƒู’ู…ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ุฃูŽู„ูŽู‘ุง ุชูŽุนู’ุจูุฏููˆุง ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฅููŠูŽู‘ุงู‡ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ุฏูู‘ูŠู†ู ุงู„ู’ู‚ูŽูŠูู‘ู…ู ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ูŽู‘ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ู„ูŽุง ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ

โ€œKeputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuiโ€ (Surat Yusuf: 40).

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ E. KEBAIKAN TAUHID DAN BURUKNYA SYIRIK

Di antara cara lain dalam menyebutkan akidah dalam Quran adalah Allah menyebutkan berbagai kebaikan tauhid dan keburukan syirik. Allah berfirman:

ููŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽูƒู’ููุฑู’ ุจูุงู„ุทูŽู‘ุงุบููˆุชู ูˆูŽูŠูุคู’ู…ูู†ู’ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู ุงุณู’ุชูŽู…ู’ุณูŽูƒูŽ ุจูุงู„ู’ุนูุฑู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ูˆูุซู’ู‚ูŽู‰ ู„ูŽุง ุงู†ู’ููุตูŽุงู…ูŽ

โ€œKarena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putusโ€ (Surat al Baqarah: 256),

ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฃููˆุญููŠูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ูˆูŽุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูŽ ู„ูŽุฆูู†ู’ ุฃูŽุดู’ุฑูŽูƒู’ุชูŽ ู„ูŽูŠูŽุญู’ุจูŽุทูŽู†ูŽู‘ ุนูŽู…ูŽู„ููƒูŽ ูˆูŽู„ูŽุชูŽูƒููˆู†ูŽู†ูŽู‘ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽุงุณูุฑููŠู†ูŽ

โ€œDan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugiโ€ (Surat az Zumar: 65).

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“š Referensi:

Al Qawรขโ€™id al แธคisรขn li Tafsรฎr al Qur`รขn karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Saโ€™di, cet. Maktabah ath Thabari, kaidah ke-6, hal. 14-15, dengan berbagai tambahan contoh ayat.

Related Articles

Leave a Comment