Allah menurunkan firmanNya yaitu Quran untuk membimbing kita menuju Tauhid (Keesaan Allah). Inilah di antara metode pembahasan Tauhid dalam Quran:
๐ A. TAUHID ULUHIYAH ADALAH YANG PALING POKOK
Tauhid yang paling banyak dibahas di dalam Quran adalah Tauhid Uluhiyah (beribadah hanya kepada Allah), sebab itulah hikmah Allah menciptakan kita:
ููู ูุง ุฎูููููุชู ุงููุฌูููู ููุงููุฅูููุณู ุฅููููุง ููููุนูุจูุฏูููู
โDan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepadaKuโ (Surat adz Dzariyat: 56).
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ B. TAUHID ULUHIYAH ADALAH DAKWAH UTAMA PARA RASUL
Allah menceritakan bahwa tugas utama para rasul adalah mengajak manusia untuk mentauhidkan Allah serta menjauhi syirik, Allah berfirman:
ููููููุฏู ุจูุนูุซูููุง ููู ููููู ุฃูู ููุฉู ุฑูุณููููุง ุฃููู ุงุนูุจูุฏููุง ุงูููููู ููุงุฌูุชูููุจููุง ุงูุทููุงุบููุชู
โDan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): โSembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut ituโโ (Surat an Nahl: 36).
Thaghut adalah yang diibadahi (disembahi) selain Allah, dan dia rela diibadahi.
Adapun Tauhid Rububiyah (keyakinan bahwa Allah yang menciptakan, memberi rezeki, dst) bukan materi dakwah utama para rasul. Sebab, para umat telah mengerti bahwa pencipta, pemberi rezeki, dst itu hanyalah Allah.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ C. TAUHID ULUHIYAH ADALAH KONSEKUENSI DARI TAUHID RUBUBIYAH
Allah mengajarkan bahwa satu-satunya yang menciptakan, mengatur, memberi rezeki, dst adalah satu-satunya yang berhak untuk disembah (diibadahi).
ููุง ุฃููููููุง ุงููููุงุณู ุงุนูุจูุฏููุง ุฑูุจููููู ู ุงูููุฐูู ุฎูููููููู ู ููุงูููุฐูููู ู ููู ููุจูููููู ู ููุนููููููู ู ุชูุชููููููู
โHai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwaโ (Surat al Baqarah: 21).
Allah memerintahkan kita menyembah (beribadah) kepada Dia Yang Menciptakan.
Selain itu Allah juga menceritakan bahwa para rasul menjadikan Tauhid Rububiyah sebagai acuan untuk mendakwahkan Tauhid Uluhiyah. Misalnya adalah ketika Allah menceritakan dakwah Nabi Isa โalaihissalam:
ููููุงูู ุงููู ูุณููุญู ููุง ุจูููู ุฅูุณูุฑูุงุฆูููู ุงุนูุจูุฏููุง ุงูููููู ุฑูุจููู ููุฑูุจููููู ู
โPadahal al Masih (sendiri) berkata: โHai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmuโ (Surat al Maidah: 72).
Rabb yang diartikan Tuhan artinya adalah: Yang menciptakan, yang memberi rezeki, mengatur, dst.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ D. HANYA ALLAH YANG MENJADI HAKIM
Allah -dalam Quran- mengajarkan kepada kita bahwa di antara bagian Tauhid adalah โmenjadikan Allah sebagai satu-satunya Hakimโ yang memutuskan halal, haram, dsb. Tidak boleh berhukum dengan selain hukum Allah.
Allah berfirman:
ุฅููู ุงููุญูููู ู ุฅููููุง ููููููู ุฃูู ูุฑู ุฃููููุง ุชูุนูุจูุฏููุง ุฅููููุง ุฅููููุงูู ุฐููููู ุงูุฏููููู ุงูููููููู ู ููููููููู ุฃูููุซูุฑู ุงููููุงุณู ููุง ููุนูููู ูููู
โKeputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuiโ (Surat Yusuf: 40).
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ E. KEBAIKAN TAUHID DAN BURUKNYA SYIRIK
Di antara cara lain dalam menyebutkan akidah dalam Quran adalah Allah menyebutkan berbagai kebaikan tauhid dan keburukan syirik. Allah berfirman:
ููู ููู ููููููุฑู ุจูุงูุทููุงุบููุชู ููููุคูู ููู ุจูุงูููููู ููููุฏู ุงุณูุชูู ูุณููู ุจูุงููุนูุฑูููุฉู ุงููููุซูููู ููุง ุงููููุตูุงู ู
โKarena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putusโ (Surat al Baqarah: 256),
ููููููุฏู ุฃููุญููู ุฅููููููู ููุฅูููู ุงูููุฐูููู ู ููู ููุจููููู ููุฆููู ุฃูุดูุฑูููุชู ููููุญูุจูุทูููู ุนูู ููููู ููููุชููููููููู ู ููู ุงููุฎูุงุณูุฑูููู
โDan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugiโ (Surat az Zumar: 65).
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ Referensi:
– Al Qawรขโid al แธคisรขn li Tafsรฎr al Qur`รขn karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Saโdi, cet. Maktabah ath Thabari, kaidah ke-6, hal. 14-15, dengan berbagai tambahan contoh ayat.
