Home Lain-lain 20 Faidah Seputar Bulan Syakban (bagian kedua -terakhir)

20 Faidah Seputar Bulan Syakban (bagian kedua -terakhir)

by Ustadz Ivana

Di tulisan yang pertama kita telah menyampaikan 11 faidah seputar bulan Syakban. Adapun di tulisan yang kedua ini kita akan sampaikan faedah ke-12 sampai faidah ke-20 seputar bulan Syakban.

๐Ÿ“‹ Faidah Kedua Belas:

Syakban adalah waktunya berlatih memperbanyak ibadah di bulan Ramadan.

Banyak orang yang sulit memperbanyak banyak di bulan Ramadan karena belum membiasakannya sejak bulan Sya’ban.

Imam Abu Bakar al Balkhi mengatakan: โ€œBulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Syakban adalah bulan menyirami tanaman, dan bulan Ramadan adalah bulan memanen tanamanโ€.

Maksud โ€˜bulan memanen tanamanโ€™ adalah kita (harusnya) sudah terbiasa memperbanyak kebaikan di bulan Ramadan, bulan di mana amal dilipatgandakan.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ Faidah Ketiga Belas:

Diantara kesalahan yang terjadi di bulan Rajab adalah: Ada orang yang haul (genap setahun hijriyah) Zakat Malnya jatuh di bulan Syakban; dan dia menunda pembayarannya sampai di bulan Ramadan agar -menurutnya- pahalanya semakin besar.

Ini adalah kesalahan karena Zakat Mal harus dibayar ketika sudah genap haul.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ Faidah Keempat Belas:

Orang yang masih punya hutang puasa dari Ramadan sebelumnya harus melunasi hutang tersebut paling lambat di bulan Syakban tahun depannya.

Dia tidak boleh menundanya lagi tanpa alasan yang dibenarkan.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ Faidah Kelima Belas:

Tidak ada perayaan malam Nisfu Syakban (malam 15 Syakban), atau mengkhususkan malam pertengahan Syakban dengan salat malam dan siang harinya dengan puasa, ziarah kubur, atau amalan lainnya.

Semua hadis tentang keutamaan malam Nisfu Syakban adalah hadis yang dhaif atau bahkan palsu.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ Faidah Keenam Belas:

Orang yang punya kebiasaan melaksanakan salat malam, kemudian dia juga salat malam di malam Nisfu Syakban sebagaimana malam-malam yang lainnya, maka itu dibolehkan dengan catatan: Tanpa meyakini keutamaan khusus pada malam tersebut.

Begituupun dalam hal puasa, tidak disarankan mengkhususkan hari Nisfu Syakban (15 Syakban) untuk berpuasa kecuali bagi orang yang kebiasaan berpuasanya (seperti puasa Senin Kamis) bertepatan dengan tanggal 15 Syakban.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ Faidah Ketujuh Belas:

Hari Nishfu Sya’ban termasuk Ayyamul Bidh (hari-hari putih: 13, 14, 15 bulan hijriyah) yang dianjurkan untuk berpuasa di setiap bulan hijriyah.

Orang yang melaksanakan puasa Ayyamul Bidh di bulan Syakban adalah orang yang melakukan kebaikan, tetapi jangan meyakini keutamaan tertentu terkait dengan Nishfu Syakban (15 Syakban). Juga tidak boleh melaksanakan puasa pada tanggal 15 Syakban dengan saja dengan alasan karena tanggal itu adalah salah satu dari Ayyamul Bidh.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ Faidah Kedelapan Belas:

Hadits:

ุฅูุฐูŽุง ุงู†ู’ุชูŽุตูŽููŽ ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ู ููŽู„ูŽุง ุชูŽุตููˆู…ููˆุง

โ€œJika bulan Syakban telah masuk pertengahan maka janganlah berpuasaโ€ (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

adalah hadits mungkar menurut banyak ulama seperti Imam Abdurrahman bin Mahdi, Ahmad bin Hanbal, dan Abu Zurโ€™ah ar Razi.

Maka, tidak ada masalah untuk memulai berpuasa di separuh akhir dari bulan Syakban -menurut para ulama tersebut.

Adapun menurut ulama yang menerima hadits ini, hadits ini hanya melarang orang yang mulai berpuasa sunah di pertengahan akhir Syakban. Adapun orang yang memang punya kebiasaan puasa sunah (Senin Kamis dll), atau sudah mulai berpuasa sunah sejak sebelum pertangahan Syakban, atau masih punya hutang puasa Ramadan: Boleh berpuasa di pertengahan akhir Syakban.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ Faidah Kesembilan Belas:

Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ู„ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฏูŽู‘ู…ููˆุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุจูุตูŽูˆู’ู…ู ูŠูŽูˆู’ู…ู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŽูŠู’ู†ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฑูŽุฌูู„ูŒ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุตููˆู…ู ุตูŽูˆู’ู…ู‹ุงุŒ ููŽู„ู’ูŠูŽุตูู…ู’ู‡ู

โ€œJangan mendahului Romadan dengan puasa satu atau dua hari sebelumnya (29-30 Syakban), kecuali bagi orang yang biasa berpuasa (dan jadwalnya bertepatan dengan akhir Syakban) maka hendaklah dia berpuasaโ€ (HSR Bukhari dan Muslim).

Ada tiga keadaan puasa di akhir bulan:

1. Berkuasa sebagai bentuk kehati-hatian barangkali sebenarnya hari itu sudah tanggal 1 Ramadan. Ini yang dilarang

2. Melaksanakan tanggungan puasa wajib seperti puasa kafarat atau hutang puasa Ramadan. ini dibolehkan oleh mayoritas ulama

3. Berpuasa dengan niat puasa sunnah, hukumnya makruh kecuali jika akhir Syakban bertepatan dengan kebiasaannya berpuasa sunnah atau dia sudah mulai puasa sunnah sejak sebelum dua hari terakhirnya Syakban.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ Faidah Kedua Puluh:

Hikmah larangan berpuasa di dua hari terakhir Syakban adalah agar puasa Ramadan tidak ditambahi dengan puasa lain yang bukan bagiannya, juga untuk menegaskan pemisahan antara puasa yang wajib dan puasa yang sunnah.

๐Ÿ“š Referensi:

32 Fรขidah fรฎ Syahr Syaโ€™bรขn karya Syaikh Muhammad Shalih al Munajjid.

Related Articles

Leave a Comment