Dalam Quran telah disebutkan sifat-sifat manusia yang disukai (dicintai) oleh Allah. Semakin kuat sifat-sifat tersebut dalam diri seseorang, maka dia akan semakin disukai oleh Allah. Bagaimana dengan diri kita? Sudah seberapa jauh kita memenuhi sifat-sifat manusia yang dicintai oleh Allah? Mari kita evaluasi diri kita.
SIFAT PERTAMA: TAKWA
Allah berfirman:
بَلَى مَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ وَاتَّقَى فَإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ
“(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa” (Surat Ali Imran: 76).
Sifat Takwa ini disebutkan juga di Surat at Taubah ayat ke-4 dan 7; berarti total ada tiga tempat.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
SIFAT KEDUA DAN KETIGA: TAUBAT DAN MENSUCIKAN DIRI
Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri” (Surat al Baqarah: 222),
فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ
“Di dalamnya mesjid itu (Masjid Quba`) ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih” (Surat at Taubah: 108).
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
SIFAT KEEMPAT: IHSAN (BERBUAT BAIK)
Allah berfirman:
وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik” (Surat al Baqarah: 185).
Sifat Ihsan ini juga disebutkan di surat Ali Imran ayat ke- 134 dan 148, serta surat al Maidah ayat ke-13 dan 93; berarti total ada lima tempat.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
SIFAT KELIMA: SABAR
Allah berfirman:
وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
“Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar” (Surat Ali Imran: 146).
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
SIFAT KEENAM: TAWAKAL
Allah berfirman:
وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
“Dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepadaNya” (Surat Ali Imran: 159).
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
SIFAT KETUJUH: ADIL
Allah berfirman:
وَإِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
“Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil” (Surat al Maidah: 42).
Sifat Adil ini juga disebutkan di surat al Hujurat ayat ke-9 dan al Mumtahanah ayat ke-8; berarti total ada tiga tempat.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
SIFAT KEDELAPAN: BARISAN YANG TERATUR
Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ
“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalanNya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh” (Surat ash Shaff: 4).
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
Dalam kitab Âyah wa Fawâid min at Tawbah ilâ al ‘Ankabût hanya disebutkan 8 sifat di atas, tetapi sebenarnya ada dua sifat lain yang juga disebutkan dalam Quran, yaitu:
SIFAT KESEMBILAN: MENGIKUTI RASULULLAH ﷺ
Allah berfirman:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah menyukai (mencintai) dan mengampuni dosa-dosamu’. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Surat Ali Imran: 31).
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
SIFAT KESEPULUH: BERLEMAH LEMBUT KEPADA ORANG BERIMAN DAN KERAS TERHADAP ORANG KAFIR, BERJIHAD, DAN TIDAK TAKUT CELAAN
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui” (Surat al Maidah: 54).
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
Semakin sifat-sifat tersebut kuat pada diri kita, maka semakin kita disukai oleh Allah. Hal ini bersesuaian dengan kaidah:
الْحُكْمُ الْمُعَلَّقُ عَلَى وَصْفْ يَزِيْدُ بِزِيَادَتِهِ وَيَنْقُصُ بِنُقْصَانِهِ
“Hukum Yang Dikaitkan Pada Sifat; akan Bertambah dan Berkurang Sesuai Sifat Tersebut”.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
Referensi:
– Al Qawâ’id wa al Ushûl wa Tathbîqât at Tadabbur karya Dr. Khalid bin ‘Utsman as Sabt hal. 66
– Âyah wa Fawâid min at Tawbah ilâ al ‘Ankabût karya Ibtisam binti Umar al Amudi hal. 14-15.
